KETIK, PACITAN – Belum sarapan, bumi sudah dijejali nasi sisa. Di Pacitan, truk kontainer dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tiap hari membawa sampah warga yang tak sedikit.
Menurut Kepala DLH Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, sampah yang dihasilkan warga dan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dadapan jumlahnya diangka 30-33 ton per hari.
Ironisnya, lebih dari separuhnya adalah limbah dapur.
“Yang paling banyak sampah organik, lebih dari 50 persen itu sisa makanan,” ungkap Cicik, Selasa, 6 Mei 2025.
Cicik mengatakan, lonjakan volume sampah kian menjadi saat musim hajatan, gelaran event, atau menjelang hari raya. Aktivitas meningkat, sampah pun tambah melimpah.
Baca Juga:
MBG untuk Bumil-Balita Belum Merata, Pacitan Minta BGN Tambah Dapur SPPG di Wilayah 3TAlhasil, lahan TPA Dadapan yang seharusnya bisa bertahan bertahun-tahun kini usianya kian terpangkas.
“Bukan hanya beratnya, yang jadi masalah itu bau, lalat, dan memicu potensi penyakit” tegas Cicik.
Kondisi ini bisa ditekan jika masyarakat lebih sadar mengelola sampah dari sumbernya. Cara paling sederhana, kata Cici, jangan buang sisa makanan sembarangan.
“Kalau kita punya ayam atau lele, sisa makanan itu lebih baik dijadikan pakan. Itu sudah bisa mengurangi separuh masalah,” pintanya.
Baca Juga:
2.121 Unit BSPS Pacitan 2026 Mulai Dibangun, Masuki Tahap Distribusi MaterialIa menyebut, makin sedikitnya sampah yang masuk ke TPA, itu artinya makin bagus pengelolaan di hulu.
“Kalau truk kita hanya mengangkut sedikit, itu bagus. Artinya, sampah sudah banyak yang selesai di tingkat rumah tangga. TPA tidak akan cepat penuh, anggaran operasional angkut sampah pun bisa digunakan ke yang lain,” imbuhnya.
Edukasi soal sampah sejatinya sudah sampai ke tingkat RT, tapi Cicik mengakui, memang masih perlu ditingkatkan.
"Harapannya, masyarakat bisa mulai mengelola sampahnya dari dapur masing-masing,” pungkasnya.
Sekadar informasi, DLH Pacitan juga tengah mengembangkan Tempat Penampungan Sementara Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai proyek percontohan di lima titik.
Berlokasi di kelurahan Sidoarjo, Pucangsewu, Ploso, Baleharjo, dan Pacitan. (*)