KETIK, PACITAN – Apes betul nasib warga Dusun Wates, Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Sudah satu dekade atau 10 tahun lebih, mereka terpaksa menelan pil pahit melintasi jalan rusak parah yang tak kunjung tersentuh perbaikan pemerintah.
Jalan penghubung antardesa sepanjang 7 kilometer itu kondisinya memprihatinkan.
Lapisan aspalnya sudah habis terkelupas, menyisakan batu tajam dan lubang menganga.
Saking lamanya diabaikan, warga akhirnya bergotong royong menambal sulam jalanan tersebut menggunakan semen seadanya beberapa waktu lalu.
"Terakhir diaspal sekitar 2016 silam, hingga kini belum diperbaiki lagi," tutur warga setempat, Tumini (59) kepada Ketik.com, Sabtu, 25 Juli 2026.
Biang Kerok Sering Kecelakaan hingga Motor Rusak
Tumini mengungkapkan, hancurnya akses jalan ini benar-benar melumpuhkan kenyamanan aktivitas harian warga, mulai dari urusan perekonomian, jalur pertanian, hingga akses anak-anak menuju sekolah.
Padahal, jalan ini merupakan satu-satunya urat nadi utama warga setempat.
Tak sedikit pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan gegara terperosok jalan rusak.
Selain membahayakan nyawa, jalanan mirip aliran sungai kering ini kerap bikin dompet warga jebol lantaran komponen shockbreaker kendaraan cepat rusak.
Makin ironis, jalanan yang terjal ini juga minim penerangan jalan umum (PJU), membuat warga dicekam rasa waswas setiap kali terpaksa melintas di malam hari.
"Sudah rusak semua itu," cetus Tumini yang mengaku pasrah dan tak bisa berharap banyak lagi pada pemerintah daerah.
Ironi di Bawah Bayang-bayang Megahnya PLTU
Kondisi merana yang dialami warga Sudimoro ini terasa sangat bertolak belakang dengan realitas wilayahnya.
Secara geografis, wilayah Dusun Wates ini berada tidak jauh dari kawasan objek vital nasional, Pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Uang (PLTU) Sudimoro, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Trenggalek.
Namun, keberadaan proyek megah di wilayah sekitar ternyata belum mampu mengerek kualitas infrastruktur jalan dasar yang sangat dibutuhkan warga untuk menyambung hidup. (*)
