Jadi Ketua Kwarda Pramuka DKI, Rano Karno Minta Anggota Jadi 'Kakak Pelindung' dari Bullying dan Narkoba

25 Juli 2026 18:44 25 Jul 2026 18:44

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Jadi Ketua Kwarda Pramuka DKI, Rano Karno Minta Anggota Jadi 'Kakak Pelindung' dari Bullying dan Narkoba

Rano Karno terpilih sebagai Ketua Kwarda Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Dr. Isnawa Adji tersebut diambil dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Kwarda DKI Jakarta Tahun 2026 di Aula Sundoro Syamsuri, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026. (Foto: Pramukajakarta.id)

KETIK, JAKARTA – Maraknya kasus perundungan (bullying) serta ancaman bahaya narkoba di kalangan remaja mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno.

Usai resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta hingga 2029, sosok yang akrab disapa Kak Rano ini menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai benteng sosial generasi muda.

Keputusan penetapan Rano Karno sebagai Ketua Kwarda Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Dr. Isnawa Adji tersebut diambil dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Kwarda DKI Jakarta Tahun 2026 di Aula Sundoro Syamsuri, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam pidato perdananya, Kak Rano menggarisbawahi bahwa di era modern saat ini, tantangan anak muda Jakarta tidak lagi sekadar ketangkasan fisik, melainkan juga mental dan perlindungan diri dari lingkungan negatif.

"Pramuka Jakarta harus hadir sebagai 'kakak' yang mampu menjadi pelopor pencegahan bullying, penyalahgunaan narkotika, serta mengedukasi masyarakat tentang keamanan obat dan makanan," ujar Kak Rano di hadapan seluruh peserta Musdalub.

Mengayomi dan Membentengi Anak Muda Jakarta

Konsep "Kakak Pelindung" yang diusung Kak Rano bertujuan menjadikan setiap insan Pramuka di gugus depan sebagai figur yang ramah, merangkul, dan memberikan rasa aman bagi sesama pelajar.

Ia menginginkan lingkungan kepramukaan menjadi ruang terbuka di mana generasi muda bisa tumbuh tanpa rasa takut akan intimidasi maupun tekanan sebaya (peer pressure) untuk mencoba hal-hal berbahaya.

Untuk mengeksekusi visi ini, Kwarda DKI Jakarta akan memperkuat kolaborasi lintas lembaga, antara lain:

  • Sinergi BNNP & BBPOM: Menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dan Balai Besar POM untuk pelatihan edukasi bahaya zat adiktif serta pengawasan konsumsi pangan aman bagi anak sekolah.
  • Penguatan Satuan Karya (Saka): Mengoptimalkan peran Saka dalam kampanye antiperundungan dan edukasi kesehatan mental di sekolah-sekolah.
  • Pendekatan Urban Scouting: Menerapkan pembinaan karakter berbasis tantangan perkotaan agar anggota Pramuka memiliki keterampilan hidup (life skill) dan empati sosial yang tinggi.

Membangun Karakter Berakar Budaya

Selain pencegahan isu sosial, Kak Rano mengingatkan bahwa penguatan karakter anak muda Jakarta juga harus dibentengi oleh kearifan lokal.

Oleh karena itu, edukasi antibullying ini akan dipadukan dengan kegiatan kebudayaan Betawi di berbagai ruang publik, seperti RPTRA dan Balai Warga.

"Melalui pembinaan karakter di gugus depan, kita ingin mencetak generasi muda berkarakter Pancasila yang tidak hanya unggul dan berdaya saing, tetapi juga memiliki kepekaan sosial untuk saling menjaga," tambahnya.

Mengakhiri arahannya, Kak Rano mengajak seluruh jajaran pengurus di 6 Kwartir Cabang dan 44 Kwartir Ranting se-DKI Jakarta untuk merapatkan barisan.

Ia berharap Gerakan Pramuka DKI Jakarta dapat menjadi contoh nyata organisasi kepemudaan yang hadir langsung menyelesaikan persoalan riil anak muda di Ibu Kota menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Tombol Google News

Tags:

Jakarta Pramuka rano karno Kwarda Berita Jakarta info jakarta Bullying Dr. Isnawa Adji