KETIK, MALANG – Warga Kota Malang kini semakin dipermudah dalam membeli minyak goreng kualitas premium eceran dengan harga terjangkau. Depo Pom Minyak Goreng Indonesia (Pomindo) telah dibuka untuk pertama kalinya di Kota Malang yang dapat dibeli mulai Rp2.000.

Direktur Utama (Dirut) PT Parabu, Yaya Sumantri, menjelaskan, secara nasional, Pomindo yang berada di Jalan Bukirsari Raya Nomor 26, Kota Malang tersebut merupakan depo ke-252 di Indonesia. Meskipun dijual curah, namun minyak goreng tersebut memiliki jenis CP10 premium. 

"Tujuan utama Pomindo dihadirkan di Kota Malang adalah untuk menghadirkan minyak goreng yang berkualitas tinggi dengan jenis CP10 Premium, tapi harga terjangkau dengan penyesuaian budget ataupun kondisi keuangan masyarakat. Jadi masyarakat bisa beli dengan suka-suka. Bisa beli Rp2.000, Rp3.000, Rp5.000, dan seterusnya," ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan minyak goreng berkualitas. Tidak seperti jenis yang biasa dijual di tengkulak yang mudah keruh dan lengket. 

"Masyarakat punya hak untuk dapat minyak goreng yang bagus, berkualitas tinggi. Cuma mereka dipaksa membeli sudah dalam bentuk kemasan, 1 liter minimal. Kalau di Pomindo, dapat minyaknya setara dengan punya Kunci Mas, Sania, Bimoli," katanya. 

Baca Juga:
Tak Lagi Mahal! Minyak Goreng Premium Kini Dijual Curah Mulai Rp2.000 di Kota Malang, Ini Lokasi Penjualnya

Mengingat bukan minyak goreng subsidi, Pomindo juga tidak menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Yaya menegaskan, minyak goreng yang dijual Pomindo merupakan minyak swasta murni dengan pasokan dari sejumlah kilang besar seperti Sinar Mas, Wilmar, Mahesa hingga Pelindo. 

Dalam satu depo Pomindo, bisa menampung hingga 9 ton mingak goreng. Masing-masing outlet yang tersebar di setiap kelurahan juga memiliki kapasitas sekitar 1.000 liter. 

"Kalau untuk outlet, itu satu kelurahan satu outlet. Jadi nanti di bawah depo akan ada outlet, yang mana kemitraannya itu bisa Koperasi Merah Putih, Bumdes, perorangan, DKM, sekolah, ataupun pondok pesantren," jelasnya. (*)

Baca Juga:
Bahaya Mengintai! Retakan Besar Muncul Lagi di Pasar Besar Malang, Pedagang Dipindah