KETIK, MADIUN – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia industri. Salah satu kegiatan tersebut dijalani oleh Ifka Denia, mahasiswa semester 6 Program Studi Agribisnis Pertanian PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri yang melaksanakan magang di CV Gemolong Suci, produsen pupuk cair KCC Astro di Kabupaten Madiun.

Selama menjalani program magang, Ifka melakukan pengumpulan data lapangan melalui wawancara langsung dengan sejumlah toko pertanian guna mempelajari preferensi petani terhadap pupuk cair, tingkat persebaran produk KCC Astro, serta strategi pemasaran yang diterapkan di tingkat pengecer.

Kegiatan tersebut dilakukan di 16 toko pertanian yang tersebar di empat wilayah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Magetan, Madiun, Nganjuk, dan Ngawi. Wawancara dilaksanakan secara bertahap mulai 2 Maret hingga 23 April 2026 dengan melibatkan pemilik maupun pengelola toko pertanian sebagai narasumber.

Produk pupuk cair KCC Astro produksi CV Gemolong Suci yang menjadi salah satu objek pengamatan dan dipasarkan melalui jaringan toko pertanian. (Foto : Ifka Denia/Mahasiswi PSDKU UB Kediri)

Salah satu narasumber yang diwawancarai adalah Supriyadi, pemilik Toko Pertanian Biso Tani di Kabupaten Nganjuk. Ia menjelaskan bahwa rekomendasi antarpetani masih menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian pupuk di tingkat lapangan.

Baca Juga:
Dongkrak Pamor Ikan Hias, Mahasiswa MBKM UB Kediri Gagas Konten Komedi di TikTok

“Petani biasanya mencari obat atau pupuk untuk tanaman berdasarkan informasi dari sesama petani. Kalau di desa, biasanya saling merekomendasikan dari satu orang ke orang lain,” ujar Supriyadi.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa produk pupuk cair KCC Astro telah tersedia di sebagian besar toko pertanian yang menjadi lokasi pengamatan. Namun, produk tersebut belum menjadi pupuk cair dengan tingkat permintaan tertinggi di beberapa toko meskipun telah dipasarkan.

Selain itu, pupuk cair untuk komoditas padi dan jagung tercatat sebagai salah satu produk yang paling banyak dicari oleh petani. Temuan ini menunjukkan adanya peluang pengembangan pasar yang cukup besar pada sektor budidaya tanaman pangan yang membutuhkan pemupukan secara berkelanjutan.

Dari sisi pemasaran, sebagian besar toko pertanian masih mengandalkan promosi langsung kepada petani. Strategi pemasaran dari mulut ke mulut atau rekomendasi antarpetani juga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap tingkat penjualan produk pupuk di lapangan.

Baca Juga:
Lewat HACCP, Mahasiswa MBKM UB Kediri Bantu UMKM Abon Ikan Tingkatkan Keamanan Pangan

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami rantai distribusi produk pertanian, mulai dari produsen, toko pertanian, hingga konsumen akhir. Pengalaman lapangan ini memberikan gambaran nyata mengenai karakteristik pasar, perilaku konsumen, serta strategi pemasaran yang diterapkan dalam industri sarana produksi pertanian.

Program MBKM tidak hanya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai dinamika bisnis pertanian. Dengan terlibat langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami bagaimana sebuah produk pertanian dipasarkan dan diterima oleh konsumen di berbagai wilayah.