Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 14 Edukasi Warga Desa Betet Olah Daun Singkong Jadi Pupuk Organik Cair

27 Juli 2026 13:21 27 Jul 2026 13:21

Aisyah Fisa, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 14 Edukasi Warga Desa Betet Olah Daun Singkong Jadi Pupuk Organik Cair

Mahasiwa KKN PSDKU UB Kediri bersama peserta kegiatan Program ORGANIQ di rumah Edi Wahyono, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. (Foto: Dokumentasi Mahasiswa KKN UB Kediri Kelompok 14)

KETIK, NGANJUK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Kelompok 14 menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) melalui Program ORGANIQ (Olahan Ramah Lingkungan Guna Pupuk Alami dari Daun Ketela, Nutrisi Inovatif Berkualitas) pada Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman Edi Wahyono selaku Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Masyarakat desa setempat antusias mengikuti kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna bagi sektor pertanian.

Program ORGANIQ hadir sebagai solusi atas masih melimpahnya limbah organik, khususnya daun singkong, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan teknik sederhana pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar daun singkong dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai manfaat pupuk organik cair bagi tanaman, tetapi juga mengikuti praktik langsung mulai dari proses persiapan bahan, pencampuran, hingga tahapan fermentasi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong mereka untuk memproduksi POC secara mandiri guna mendukung kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Koordinator Desa KKN Kelompok 14, Ariel Eka Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.

"Kami melihat Desa Betet memiliki potensi tanaman yang melimpah, khususnya daun singkong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi tersebut menjadi dasar tim KKN dalam merancang program pembuatan pupuk organik cair (POC). Daun singkong dipilih karena mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang berperan dalam mendukung pertumbuhan daun, akar, serta meningkatkan ketahanan tanaman," ujar Ariel.

"Melalui program ini, diharapkan potensi lokal dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pertanian berkelanjutan," imbuhnya.

Foto Mahasiswa KKN PSDKU UB kediri mendemonstrasikan proses pembuatan ORGANIQ kepada Masyarakat Desa Betet, Dusun Bandung  (Foto : Dokumentasi Mahasiswa KKN Kelompok 14)Mahasiswa KKN PSDKU UB kediri mendemonstrasikan proses pembuatan ORGANIQ kepada Masyarakat Desa Betet, Dusun Bandung. (Foto: Dokumentasi Mahasiswa KKN UB Kediri Kelompok 14)

Sementara itu, BPD Betet, Edi Wahyono mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Kami sangat mengapresiasi program dari adik-adik KKN ini karena memanfaatkan daun singkong yang selama ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sejak awal kami ikut mendampingi agar kegiatan bisa berjalan lancar dan mudah dipahami oleh warga," ungkapnya.

"Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat bisa mencoba membuat pupuk organik cair sendiri dan memanfaatkan limbah organik yang ada di sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," tutur Edi Wahyono.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Pemerintah Desa Betet, dan masyarakat, Program ORGANIQ menjadi wujud nyata sinergi dalam mengembangkan potensi lokal berbasis ekonomi sirkular. Pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk organik cair diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah organik, serta membuka peluang ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kabupaten Nganjuk Program Organiq Ub Kediri Universitas Brawijaya Kkn Psdku pupuk organik