KETIK, SURABAYA – Membangun masa depan Indonesia lebih baik perlu kerja nyata dan konsisten. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto sudah memulainya dengan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, misi besar ini jelas bukan hanya tugas pemerintah semata untuk mewujudkannya. Dan PT JAPFA Comfeed Indonesia sadar penuh akan hal itu.

Salah satu perusahaan agri-food penghasil protein hewani terbesar di Indonesia itu bahkan sudah memulai program mulia dengan misi yang sama seperti MBG. Mereka memberinya nama JAPFA for Kids dan sudah mereka mulai sejak 2008.

Selama 18 tahun terakhir, JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan yang telah berdiri sejak 18 Januari 1971 tersebut dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia.

JAPFA percaya, membangun masa depan Indonesia harus dimulai dari memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik, serta tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat.

Baca Juga:
Sebelum Ada MBG, JAPFA Comfeed Sudah Bergerak Perbaiki Gizi Anak Indonesia

Dalam melaksanakan program JAPFA for Kids ini, mereka memiliki berbagai kegiatan. Mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat siswa.

"Program ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala guna memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten,” jelas Retno Artsanti, Head of Social Investment JAPFA.

Dalam setiap penyelenggaraannya 18 tahun terakhir, JAPFA for Kids selalu hadir di lokasi-lokasi yang berbeda di seluruh Indonesia. Kini, hingga 2025 (start 2008, red) JAPFA for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia.

Bukan Seremonial Semata

Baca Juga:
Festival Sayang Anak Meriahkan HAN 2026, Pemalang Tegaskan Komitmen Jadi Kabupaten Ramah Anak

JAPFA Comfeed juga selalu memastikan program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan mereka ini bukan sekadar seremonial semata. Selama enam bulan penuh tim fasilitator JAPFA terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik.

Berjalannya program ini juga membutuhkan komitmen banyak pihak terlebih orang tua siswa. Karena itu, dalam setiap penyelenggaraan, JAPFA for Kids juga menggandeng erat orang tua siswa, para guru, hingga pejabat pemerintah setempat untuk bersinergi dan kolaborasi.

“Para orang tua kami kumpulkan dan menandatangani surat komitmen mengikuti program ini,” ucap Azrie Sofyan, Social Investment Assistant Manager 1 JAPFA.

Dia menambahkan, hal itu dibutuhkan karena dalam berjalannya program ini, setiap anak yang membutuhkan perbaikan gizi akan dikasih telur untuk bekal setiap hari selama enam bulan. Telur itu diberikan setiap minggu kepada orang tua dalam kondisi mentah untuk dimasak orang tua.

Pihak Puskesmas setempat juga dilibatkan untuk melakukan verifikasi data awal dan hasil akhir terkait berat badan hinggi tinggi siswa. Selain itu, ada alasan lain yang juga membuat JAPFA selalu menggandeng para guru dan pemerintah setempat.

Itu karena mereka berharap agenda-agenda baik yang berlangsung selama acara ini berlangsung nantinya bisa diteruskan meski program JAPFA telah berakhir.

Salah satu kegiatan JAPFA for Kids makan bersama siswa. (Foto: Dok. JAPFA)

Program yang Dijalankan

JAPFA for Kids memiliki beberapa skema program dan melaksanakan asesmen perbaikan status gizi dan perilaku hidup sehat. Beberapa Program itu di antaranya adalah:

  • Program Makanan Gizi Seimbang (PROMISE): Ini adalah rangkaian program pembiasaan hidup sehat melalui penerapan PROMISE yang terintegrasi dengan peraturan di sekolah.
  • 1 Hari 1 Telur atau One Day One Egg: Dalam program ini, siswa yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk diberikan satu butir telur setiap harinya selama kurun waktu empat bulan.
  • Kantin Sehat: Kantin Sehat merupakan program yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi di kantin yang dikelola oleh sekolah.
  • Praktik PHBS di Sekolah: Sebagai bagian dari upaya untuk menanamkan gaya hidup sehat serta melindungi anak-anak dari penyakit yang muncul akibat kurangnya menjaga kebersihan, para guru didampingi fasilitator mempraktikkan (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) PHBS di sekolah. Praktik yang dilakukan antara lain pemeriksaan kuku dan Cucu Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebelum masuk kelas dan sebelum makan.
  • Sabtu Sehat: Program Sabtu Sehat terdiri dari kegiatankegiatan terkait pola hidup sehat yang dijalankan oleh sekolah setiap hari Sabtu.

“Kolaborasi menjadi elemen penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan untuk generasi muda Indonesia yang lebih baik. Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” ucap Direktur Corporate Affairs JAPFA Rachmat Indrajaya.

Hasil Nyata JAPFA For Kids

Retno Artsanti, Head of Social Investment JAPFA menjelaskan, data yang dihimpun pihaknya, JAPFA for Kids telah berhasil memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi siswa.

Pada tahun 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau sebesar 51,5%.

Sementara pada tahun 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa berhasil mengalami peningkatan status gizi menjadi gizi baik atau sebesar 62,5%.

Gerakan JAPFA for Kids ini menjadi bukti JAPFA Comfeed telah turut andil secara nyata dalam mewujudkan visi besar pemerintah Indonesia dalam memperbiki gizi anak-anak Indonesia sekaligus menciptakan Sumber Daya Manusia Berkualitas. Pun sekaligus sebagai implementasi mewujudkan misi Indonesia Emas 2024. (*)