KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan "Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)" dalam ajang "Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali" yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis 5 Juni 2026 malam.

Selain penghargaan, Pemprov Jatim juga memperoleh "insentif fiskal sebesar Rp3 miliar" dari pemerintah pusat sebagai apresiasi atas keberhasilan menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, "Djamari Chaniago", kepada Gubernur Jawa Timur "Khofifah Indar Parawansa".

Gubernur Khofifah mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan hingga masyarakat dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, "Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat 3,55 persen", turun dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 3,61 persen. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada level "4,68 persen".

Baca Juga:
Yon Zipur 10 Kostrad Gelar Jaladri Cup 2026 di Probolinggo, 121 Klub Voli Se-Jawa Timur Ambil Bagian

Dalam lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan yang konsisten, dari "5,17 persen pada Februari 2021" menjadi "3,55 persen pada Februari 2026".

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut didorong berbagai program pembangunan yang dijalankan secara berkelanjutan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, peningkatan investasi, serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Salah satu indikator positif terlihat pada penyerapan tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Data BPS mencatat TPT lulusan SMK turun dari "5,87 persen pada Februari 2025" menjadi "5,73 persen pada Februari 2026", sehingga lulusan SMK tidak lagi menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Timur.

“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” kata Khofifah.

Baca Juga:
Lantik 65 Kepala Sekolah, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat program link and match antara sekolah vokasi, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Program tersebut meliputi pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, hingga perluasan akses penempatan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

Saat ini, Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan "13 negara tujuan". Pada 2026, sebanyak "4.920 peserta" dari "112 SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)" mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, "1.617 peserta" telah lolos seleksi dan memperoleh "Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)*.

Selain angka pengangguran yang menurun, kondisi pasar kerja Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. "Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)" meningkat menjadi "74,78 persen*, naik "0,53 persen poin" dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah penduduk bekerja mencapai "24,25 juta orang", bertambah sekitar "388 ribu orang" dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khofifah menegaskan insentif fiskal yang diterima akan dimanfaatkan untuk memperkuat program pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, perluasan lapangan kerja, dan penguatan iklim investasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan. Kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat agar kesempatan kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tegasnya.

Di akhir, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran di Jawa Timur, termasuk pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang semakin kuat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.{*)