KETIK, MALANG – Stasiun Malang mencatat kinerja positif dengan melayani sebanyak 192.219 penumpang sepanjang bulan Mei 2026. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 95.709 penumpang berangkat dan 96.510 penumpang tiba. 

Berdasarkan data tersebut, terjadi pertumbuhan sebesar 9 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang meningkat terhadap transportasi kereta api.

Sebagai informasi pada bulan Mei tahun 2025 lalu, Stasiun Malang melayani sebanyak 176.204 penumpang. Terdiri dari 87.450 penumpang berangkat dan 88.754 penumpang tiba. 

Deputy KAI Daop 8 Surabaya, Rachmad Zaini Kurniawan mengapresiasi positif pertumbuhan jumlah penumpang di Stasiun Malang. Ini membuktikan, bahwa layanan kereta api menjadi transportasi umum yang aman, nyaman dan tepat waktu. 

"Capaian lebih dari 192 ribu penumpang yang dilayani Stasiun Malang selama Mei 2026 menjadi indikator positif terhadap meningkatnya minat masyarakat memakai kereta api. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penumpang yang telah mempercayakan perjalanannya kepada KAI," jelasnya, Senin, 8 Juni 2026. 

Baca Juga:
Pontang-panting demi Sekolah Anak, Wali Murid di Malang Kebingungan 'Dilempar' ke Sana-sini

Sebagai salah satu stasiun utama di wilayah selatan Jawa Timur, Stasiun Malang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antar wilayah dan mobilitas masyarakat. Tingginya jumlah penumpang yang dilayani selama Mei 2026, juga mencerminkan meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai sektor mulai dari ekonomi, pendidikan, perdagangan, hingga pariwisata.

"Ini sekaligus menunjukkan, peran penting transportasi publik dalam mendukung produktivitas dan pergerakan masyarakat," tambahnya.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional, KAI juga mendukung program stimulus transportasi yang diberikan melalui Kementerian Perhubungan.

Yaitu berupa diskon tarif sebesar 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial, dan program tersebut berlaku untuk periode perjalanan 20 Juni hingga 5 Juli 2026. 

Baca Juga:
Badai Keluhan Hari Pertama SPMB Kota Malang, Ratusan Wali Murid Geruduk Disdikbud

Dengan adanya program stimulus tersebut, diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Sekaligus, mendorong pergerakan wisatawan ke berbagai daerah.

"Program diskon tarif ini menjadi momentum yang baik bagi masyarakat untuk bepergian dengan lebih hemat selama masa liburan sekolah. Kami optimis, kebijakan tersebut akan mendorong peningkatan mobilitas masyarakat sekaligus memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata, perdagangan, UMKM, dan perekonomian daerah," ungkapnya.

Di sisi lain, pihaknya juga terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan serta melakukan berbagai pengembangan untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyediaan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan.

"Kepercayaan penumpang merupakan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu. Kami juga mendukung penuh mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional lewat layanan transportasi umum kereta api," tandasnya. (*)