Pelatih Timnas Indonesia John Herdman masih kalah mentereng soal nilai kontraknya jika dibandingakan dengan dua pelatih sebelumnya, yakni, Shin Tae-yong (STY) ataupun Patrick Kluivert. Namun, Herdman mampu memberi warna baru sepak bola Indonesia.

Salah satunya adalah membayar lunas 38 tahun tidak pernah menang melawan Oman. Pun demikian dengan cara dan gaya permainan yang anak asuhnya. Atraktif, variatif dan enak ditonton.

Seperti diketahui, nilai kotrak Herdman berkisar Rp670 juta/bulan (US$40 ribu), sedangkan STY Rp1,9 miliar/bulan, dan Patrick Kluivert Rp1,3 miliar hingga 1,5 miliar/bulan. Ini artinya, nilai kontrak Herdman jauh lebih ekonomis.

Ada beberapa hal yang membedakan cara melatih dan aksi saat memimpin anak asuhnya di pinggir lapangan. Kesan pertama yang muncul adalah wajah bersahabat, murah senyum dan selalu atraktif memberikan intruksi selama jalannya pertandingan.

Tak tampak sekalipun wajah marah di benaknya meskipun terkadang anak asuhnya melakukan kesalahan. Seakan mempertegas jika anak asuhnya diberi ruang untuk berkreasi di lapangan asalkan tidak jauh-jauh dari skema yang dimainkan.

Baca Juga:
Mathew Baker Cetak Sejarah, Debut di Timnas Senior Indonesia pada Usia 17 Tahun

Kemudian, taktik permainan tiki taka lebih sering dipergakan, walaupun tidak mutlak. Tergantung lawan yang dihadapi. Artinya, Herdman tidak mengharamkan taktik long pass kepada para pemainnya jika memang situasinya memungkinkan.

Hal ini yang mungkin memberi rasa nyaman kepada para pemain. Tak terkecuali pemain tidak terlalu terbebani selama dipercaya turun ke lapangan. Tiga pemain produk liga domestik, Risky Ridho, Beckham Putra, dan Dony Tri Pamungkas sangat nyaman dalam menjalankan intruksi pelatih. Tak ada rasa tegang dan takut bersalah saat bermain.

Selain itu, penempatan posisi pemain terkadang tidak seperti posisi asli pemain tersebut. Misalnya, Risky Ridho sering diberi tugas untuk melakukan overlapping run (lari secara ofensif melewati posisi rekannya).

Selain itu, saat melawan Oman, Dony Tri Pamungkas ditempakan pada posisi kanan. Padahal posisi aslinya adalah sayap kiri. Aroma taktik perubahan posisi ini seakan memberi pesan sosok pelatih cerdas dan kaya taktik. Oman jadi saksi kebringasan Timnas dan harus menyerah dengan skor telak 0-3.

Baca Juga:
Pesta Gol 3-0 Atas Oman, Garuda Terbang Empat Tangga di Ranking FIFA

Tak hanya itu, ketika para pemain liga domestik yang dipanggil tapi banyak mendapat kritik karena tampil tidak bagus saat memperkuat klub, Herdman tidak terlalu serius menanggapinya.

Bagi dia, pembuktian kualitas pemain akan teruji saat tampil di lapangan. Tak sedikit pemain yang diragukan bisa tampil bagus di Timnas justru sebaliknya. Sebut saja Beckham Putra dan Dony Try Pamungkas. Sempat diragukan tapi saat bertanding tampil "ciamik".

Tak hanya itu, ruang perdebatan antara pelatih dan pemain juga tidak tampak. Pemain paham betul jika pelatih adalah orang meracik taktik dan pemain tinggal menterjemahkan di lapangan.

Sebaliknya, pelatih lebih mengedepankan pendekatan saat memberikan taktik yang diberikan kepada para pemain. Pemandangan ini tentu bisa sinyal positif akan progres sepak bola Indonesia ke depannya. Karena ada dua agenda terdekat yang harus dihadapi, yaktu Piala Asia dan Piala AFF.

Jika keduanya bisa dituntaskan dengan raihan prestasi yang baik, hampir dipastikan jika publik sepak bola tanah air akan semakin percaya akan kualitas pelatih berkebangsaan Inggris Tersebut.

Tinggal bagaimana sang pelatih bisa berbuat yang terbaik pada dua pertandingan FIFA Matchday. Oman sudah dikalahkan dan mendongkak ranking FIFA ke urutan 118.

Tinggal bagaimana hasil laga terakhir melawan melawan Mozambik 9 Juni mendatang. Jika mampu meraih poin penuh dan peringkat FIFA naik, tentu kita sepakat jika John Herdman yes! Semoga. (*)

*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek 

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)