KETIK, MALANG – Mahasiswa Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada warga Putukrejo, Wagir, Kabupaten Malang. Terlebih masih banyak persoalan kesehatan lingkungan yang terjadi di wilayah tersebut.
Urvatul Umni Saldi, Ketua Tim PKM Unitri menjelaskan banyak masyarakat yang masih membiasakan merokok di dalam rumah. Perilaku tersebut tidak didukung dengan ventilasi maupun jendela yang dibuka secara rutin.
"Selain itu pengelolaan sampah rumah tangga yang belum tertata, keberadaan jentik nyamuk pada penampungan air, serta rendahnya partisipasi warga khususnya ibu-ibu PKK dalam aktivitas fisik terjadwal," ujarnya, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Perilaku tersebut dinilai memberikan dampak terhadap risiko penyakit tidak menular yang disebabkan oleh paparan asap rokok maupun demam berdarah (DBD). Melalui pengabdian yang dilakukan mahasiswa Unitri ingin membiasakan masyarakat untuk menerapkan PHBS.
"Kegiatan kami bertujuan mewujudkan desa sehat melalui penguatan PHBS, pengelolaan lingkungan, dan gerakan masyarakat aktif, melalui dua program kerja utama," katanya.
Baca Juga:
Duel di Udara! 64 Tim Beradu Layangan Saling Sambit di Malang Solidarity Sky Fest 2026Program kerja tersebut ialah Gerakan Jendela Terbuka dan Rumah Bebas Asap Rokok (Gentar Sehat) serta Gerakan Minggu Bersih dan Kelola Sampah, Basmi Sarang Nyamuk, dan Senam Sehat PKK (G-MINGGU PKK).
"Program Gentar Sehat berfokus pada edukasi bahaya asap rokok dalam rumah, sosialisasi manfaat sirkulasi udara melalui jendela terbuka, penempelan stiker Kawasan Tanpa Rokok, dan komitmen bersama rumah bebas asap rokok. Sedangkan G-MINGGU PKK menggabungkan kerja bakti mingguan pengelolaan sampah, pemberantasan sarang nyamuk melalui metode 3M Plus, serta senam sehat rutin bagi ibu-ibu PKK," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan pengetahuan masyarakat dapat meningkat dan perilaku PHBS semakin menguat.
"Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi kesehatan berbasis dusun yang berkelanjutan dan direplikasi pada wilayah lain," pungkasnya. (*)