KETIK, MALANG – Dana transfer ke daerah (TKD) Kota Malang dari pemerintah pusat diproyeksikan meningkat pada tahun anggaran 2027. Hal tersebut menjadi angin segar mengingat selama 2 tahun Kota Malang mengalami penurunan TKD Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan belum mengetahui proyeksi TKD dari pemerintah pusat. Namun dalam pembahasan Rancangan APBN 2027, presiden telah mengampaikan adanya alokasi penambahan TKD.
"Kita nanti melihat, tapi yang jelas pembahasan di RAPBN kemarin, pada saat penyampaian oleh Pak Presiden bahwa kita akan ada peningkatan TKD, cuma besarannya seperti apa kita belum belum tahu," ujarnya, Selasa, 22 September 2026.
Meskipun diproyeksi meningkat, namun besaran TKD pada 2027 belum tentu mengembalikan alokasi Kota Malang ke posisi sebelum pemangkasan.
Peningkatan TKD juga akan menyesuaikan dengan kondisi fiskal masing-masing daerah. Skema tersebut memungkinkan adanya penyesuaian alokasi melalui mekanisme subsidi silang, sehingga daerah dengan kapasitas fiskal lebih rendah berpotensi mendapat alokasi lebih besar.
"Jadi nanti mungkin yang rendah ada subsidi silang. Daerah yang fiskal tinggi (TKD) menjadi rendah, kemudian nanti yang (fiskal) rendah itu menjadi tinggi (TKD). Nah itu nanti ada perhitungan, tapi secara keseluruhan akan ada peningkatan. Besarannya kita masih nunggu dari Kemenkeu meluncurkan, ini jadi dasar kebijakan kita," ungkapnya.
Wahyu mengaku selama 2 tahun penurunan TKD berdampak pada beberapa program strategis pemerintah daerah. Pemkot Malang merasa kesulitan dalam merealisasikan beberapa program strategis khususnya yang berkaitan dengan perbaikan infrastruktur.
"Setiap daerah kan punya program strategis yang harus kita realisasikan, sudah tertuang dalam RPJMD dan RKPD. Tentu dengan pengurangan ini, kita menjadi kesulitan untuk merealisasikan. Karena itu sudah menjadi menjadi janji kita kepada masyarakat," katanya.
Termasuk dalam merealisasikan program prioritasnya bersama Wali Kota Malang khususnya Ngalam Tahes dan Ngalam Pinter. Kendati demikian keberlanjutan program prioritas dipastikan tetap bertahan.
"Ya yang paling terasa terkait dengan Ngalam Tahes dan Ngalam Pinter. Karena itu kan sudah termasuk infrastruktur. Kita upayakan karena ada lima program prioritas saya yang harus terus kita lakukan untuk bisa memberikan satu keinginan dari masyarakat," tuturnya. (*)
