KETIK, MALANG – Kasus influenza tembus hingga 20 kasus di Kota Malang. Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, superflu atau Influenza A atau subtype H3N2 cukup mendominasi.

Dari 59 suspek, jumlah pasien positif Influenza A (H3N2) sejumlah 12 kasus, Influenza A (H1N1) pdm09 sebanyak 7 kasus, Influenza B (Victoria) 1 kasus, serta 39 pasien negatif. 

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan Influenza A (H3N2) atau lebih dikenal dengan superflu menjadi kasus yang perlu diwaspadai. Terlebih keluhan yang dirasakan lebih berat jika dibandingkan dengan tipe lainnya. 

"Nah yang harus diwaspadai memang H3N2, itu yang kita sebut sebagai super flu. Karena keluhannya itu lebih banyak dan lebih berat dibandingkan dengan tipe lainnya. Tapi itu semuanya tergantung dari imunitas daya tahan tubuh seseorang," ujarnya, Selasa, 22 September 2026.

Menurut Husnul, gejala superflu pada dasarnya hampir sama dengan flu biasa. Namun pada kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami suara serak yang cukup parah, demam, badan terasa sakit, hingga sakit kepala.

Baca Juga:
Polisi Beber Kronologi Kebakaran Ruko di Malang, Diduga Berawal dari Kompor Meledak

"Gejalanya hampir sama dengan flu biasa ya, cuma kalau yang tipe lebih berat itu ya biasanya serak tapi seraknya nemen (banget). Kemudian juga ada demamnya, nah kemudian badannya sakit semua terutama untuk di kepala," katanya. 

Influenza-like illness (ILI) menjadi salah satu kondisi yang termasuk dalam kelompok ISPA. Jika terinfeksi semakin berat maka dapat menjadi Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

"Kalau lebih berat lagi, masuk ke SARI, Severe Acute Respiratory Infection. Nah itu nanti ada penanganannya di Saiful Anwar," sebutnya. 

Dalam penanganannya, masyarakat yang terdeteksi positif influenza harus menjaga daya tahan tubuh dengan baik. Masyarakat juga diimbau terhindar dari paparan debu serta menggunakan masker. 

Baca Juga:
Perkuat Wawasan Akademik Mahasiswa Baru, FUSI UIN Malang Gelar Studium General Perdana

"Jadi harus mempersiapkan daya tahan tubuhnya baik, kemudian mengurangi paparan debu. Sehingga pemakaian alat pelindung diri minimal masker diperlukan saat di luar, saat kumpul dengan komunitas," katanya. (*)