KETIK, MALANG – Momen menjelang Iduladha membuat Muhammad Sufi (39 tahun), pedagang sapi di Japan Terusan Sulfat, Kota Malang panen rezeki. Baru 10 hari buka lapak, 75 ekor sapi jenis Lokal Madura berhasil diburu pembeli.
Lapak Spesialis Sapi Madura Al-Firdhaus yang ia kelola telah berjualan sejak 8 Mei 2026. Tingkat penjualan tahun ini cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya terjual 50 ekor sapi. Sapi-sapi tersebut ia datangkan langsung dari Pamekasan, Madura.
"Antara sapi Jawa dan Madura ini berbeda. Kalau sapi Madura ini kulitnya tipis, tulang kecil, kepala kecil, daging enak, padat, kesat. Di tempat ini ada 75 ekor sapi yang laku, sekarang pokok sisanya tinggal 7 ekor," ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Meskipun banyak sapi yang telah terjual, Sufi memastikan ketersediaan sapi masih mencukupi. Saat ini masih terdapat sekitar 100 ekor sapi yang siap jual. Bahkan beberapa hari lalu ia telah mendatangkan 2 truk berisik 10 ekor sapi.
Menurutnya mendekati Iduladha pembelian sapi akan semakin melonjak. Bahkan apabila pada hari biasa ia menjual 2 ekor sapi per hari, menjelang Iduladha nanti penjualan dapat mencapai 5-8 ekor.
Baca Juga:
Tak Lagi Mahal! Minyak Goreng Premium Kini Dijual Curah Mulai Rp2.000 di Kota Malang, Ini Lokasi Penjualnya"Tinggi banget pembeliannya, sangat melonjak. Tahun sekarang memang Sapi Madura sudah dikenal banyak masyarakat, apalagi di Kota Malang, Batu, seluruh Jawa Timur sudah banyak dikenal masyarakat luas," lanjut warga Jalan Sanan itu.
Sapi yang ia jual memiliki harga berkisar antara Rp16-39 juta. Ia juga melayani paket penyembelihan hewan kurban dengan tarif sekitar Rp750.000 dan dapat dilakukan di wilayah kediaman pembeli.
"Tergantung permintaan konsumen. Biasanya ada salah satu, sama penyembelihan sama boleng gitu. Kalau sistemnya di sini ya gratis ongkir se-Jawa Timur," ungkapnya.
Sufi juga meminta masyarakat tidak khawatir, mengingat sapi yang dijual telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Masing-masing sapi juga dilengkapi dengan tag tanda sehat.
Baca Juga:
Bahaya Mengintai! Retakan Besar Muncul Lagi di Pasar Besar Malang, Pedagang Dipindah"Sapi-sapi di sini berarti sudah dilengkapi sama surat kesehatan hewan juga. Malah ada tambahnya ini (kalung tag). Suratnya ada dari Dinas Peternakan," katanya.
Selain itu Dispangtan Kota Malang juga rutin melakukan pemeriksaan lapak hewan kurban. Pemeriksaan biasanya dilakukan pada H-4 pelaksanaan Iduladha.
"Belum ada pemeriksaan dari Pemkot Malang, tapi biasanya ada di H-4 nanti. Kalau dari Madura perjalanan, dari sebelum pemberangkatan dicek, terus ya masuk karantina di Suramadu dicek dulu," pungkasnya. (*)