KETIK, MALANG – APA Rapper dikenal dengan karya lagu chant Salam Satu Jiwa menyatakan sikap tegasnya mengundurkan diri sebagai pengisi acara Festival Mbois 11 yang akan digelar di Stadion Gajayana Kota Malang.

Pengunduran diri ini dilakukan, buntut penghapusan mural Malang The Glory Land yang telah menjadi simbol ikonik Kota Malang sejak tahun 2016. Sebagai informasi, APA Rapper sedianya akan tampil di Festival Mbois 11 tersebut pada hari kedua penyelenggaraan di tanggal 22 Agustus 2026 sekitar jam 19.15 WIB. 

Berdasarkan pernyataan sikap yang diposting di akun Instagram resmi pada Kamis, 20 Agustus 2026, APA Rapper menyatakan bahwa kreativitas dan seni lahir dari kebebasan berekspresi serta penghormatan terhadap ruang kultural masyarakat. Bukan untuk saling menindas atau mengorbankan identitas sejarah yang telah lama hidup di Kota Malang ini. 

Dalam postingannya tersebut, APA Rapper juga menyampaikan terkait dugaan penindasan, penghapusan, atau penyimpanan karya mural Ikonik Malang The Glory Land, mereka pun menyatakan sikap tegasnya. Dengan memutuskan untuk mengundurkan diri dan membatalkan seluruh bentuk keikutsertaan atau penampilan sebagai talent dalam rangkaian acara Festival Mbois. 

Langkah ini diambil oleh APA Rapper setelah melakukan diskusi internal. Termasuk, mempertimbangkan nilai-nilai perjuangan seni jalanan (street art) serta berdiri seirama dengan rekan-rekan seniman dan pegiat budaya Malang. 

Baca Juga:
Mural Malang The Glory Land Ditimpa Iklan MCF, Wawali Ali Muthohirin: Jangan Arogan!

Diketahui, mural Malang The Glory Land ditutup total dengan cat warna biru lalu ditimpa dengan tulisan berwarna putih dan kuning bertuliskan Malang Menyala Bersama. Ternyata, mural baru tersebut dibuat oleh Malang Creative Fusion (MCF) untuk mempromosikan gelaran Festival Mbois 11 Malang Menyala yang akan digelar di Stadion Gajayana. 

Pengubahan mural secara sepihak ini juga memicu sorotan dan reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin. Ia meminta kepada anak-anak muda di Kota Malang yang menggeluti bidang kreatif, untuk tetap saling menghormati dan mengesampingkan sikap arogansi dengan tidak menganggap dirinya sebagai kelompok paling kreatif dan superior. 

"Jangan segelintir sekelompok orang merasa paling kreatif, terus kemudian tidak menghargai hasil kreativitas yang lain. Ini tidak boleh ada arogansi seperti ini. Saya kembali berpesan, saling menghargai karya masing-masing," terangnya, Kamis, 20 Agustus 2026. 

Hal senada juga diungkapkan oleh pengurus Aremania Utas yang turun dan melihat langsung ke lokasi mural tersebut. 

Baca Juga:
Mural Ikonik 'Malang The Glory Land' Lenyap Ditimpa Iklan MCF, Koordinator Minta Maaf ke Aremania

"Jadi, kami sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan panitia (MCF). Karena tidak ada klarifikasi atau pemberitahuan kepada yang menginisiasi atau yang membuat tulisan mural tersebut," ujar Dedi Arisandi selaku Humas Aremania Utas kepada Ketik.com. 

Sebagai langkah tegas, Aremania Utas meminta itikad baik serta pertanggungjawaban terbuka dari pihak MCF. Termasuk, meminta maaf kepada keluarga almarhum Sam Nyek selaku penggagas mural Malang The Glory Land. 

"Kami harap dari panitia yang melakukan perbuatan sepihak ini, agar ada klarifikasi kepada yang memiliki tulisan tersebut dan legowo meminta maaf ataupun bertanggung jawab. Apapun nantinya, baik pengecatan ulang ataupun apa yang diminta oleh rekan-rekan dari yang mempunyai tulisan ini supaya tidak ada ganjalan ataupun menjadi pemikiran yang negatif," tandasnya.

Seperti diberitakan Ketik.com sebelumnya, mural bertuliskan Malang The Glory Land yang menghiasi salah satu dinding di Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Klojen Kota Malang mendadak hilang oleh iklan MCF 

Mural bersejarah sejak tahun 2016 itu mendadak berubah ditutup total dengan cat warna biru, lalu ditimpa dengan tulisan berwarna putih dan kuning bertuliskan Malang Menyala Bersama.

Belakangan diketahui, mural bertuliskan Malang Menyala Bersama tersebut dibuat oleh Malang Creative Fusion (MCF) untuk mempromosikan gelaran Festival Mbois 11 Malang Menyala yang akan digelar di Stadion Gajayana. (*)