KETIK, BREBES – Kemeriahan luar biasa mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Ribuan warga Brebes dan sekitarnya tumpah ruah di sepanjang jalan protokol untuk menyaksikan Carnival Cultur (Carnaval Budaya) yang digelar dengan sangat megah dan meriah.

Festival Carnival Cultur Budaya Brebes 2026 ini sukses menyedot perhatian masyarakat yang rindu akan hiburan pesta rakyat yang sarat akan edukasi budaya.

Berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, instansi pemerintah, hingga komunitas seni, turut ambil bagian dengan menampilkan kostum-kostum megah hasil kreativitasnya.

Penonton yang memadati lokasi tampak antusias mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka, menciptakan atmosfer perayaan yang penuh sukacita.

Perhelatan ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari kemampuan menjaga identitas dan kekayaan budaya.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Brebes Wurja, Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes
Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Anggota DPR RI Komisi II Shintya Sandra Kusuma, Ketua DPRD Kabupaten Brebes M. Taufik, Sekda Brebes Tahroni, Ketua Kadin Brebes dan tamu undangan lainnya.

Wamendagri menyoroti kekayaan budaya yang dimiliki Brebes. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Brebes tahun 2024, tercatat 1.059 kelompok seni dan 6 sarana seni, mencakup wayang golek, kuda lumping, ronggeng, wayang kulit, sintren, singa depok, kuntulan, calung, burok, dan beragam kesenian lainnya. Terdapat pula 47 potensi cagar budaya.

"Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Brebes tahun 2026 juga mencatat, budaya dan warisan budaya takbenda terus dilestarikan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dengan 62 kelompok kesenian yang tercatat aktif menggelar pertunjukan dalam satu tahun terakhir," ujarnya.

Dua aset budaya Brebes juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yaitu Ngasa (tahun 2019), tradisi di kawasan Jalan Wastu yang merefleksikan nilai syukur dan hubungan manusia dengan alam, serta Telur Asin Brebes (tahun 2020), yang bukan sekadar produk kuliner, melainkan pengetahuan dan kemahiran tradisional yang telah menjadi identitas masyarakat.

Wamendagri menitipkan lima hal penting untuk mengembangkan kebudayaan Brebes secara berkelanjutan:

Pertama, jadikan festival ini bagian dari ekosistem pemajuan kebudayaan, bukan sekadar acara tahunan. Festival perlu terhubung dengan pendataan objek pemajuan kebudayaan, pembinaan komunitas, pendidikan budaya bagi generasi muda, serta promosi yang berkelanjutan.

Kedua, perkuat basis data kebudayaan daerah. Data yang akurat menentukan kualitas perencanaan dan penganggaran. Dokumen pokok pikiran kebudayaan daerah harus terus dimutakhirkan dan menjadi dasar kebijakan.

Ketiga, berikan ruang luas bagi generasi muda. Tantangan kita adalah memastikan ada generasi yang mengenal, memahami, bangga, dan bersedia meneruskan warisan budaya. Teknologi digital harus dimanfaatkan tanpa menghilangkan nilai dasarnya.

Keempat, bangun kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, komunitas budaya, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dari berbagai latar agar kebudayaan semakin luas jangkauannya dan berkelanjutan.

Kelima, jaga agar ruang budaya menjadi ruang yang inklusif. Tema "Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes" harus tercermin dalam sikap saling menghormati, membuka ruang bagi ekspresi budaya, serta memperkuat persatuan.

Kementerian Dalam Negeri sangat mendorong daerah untuk terus mengembangkan kebudayaan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan daerah menjaga identitas dan memastikan kekayaan budayanya tetap lestari," tegasnya..

Ia berharap festival ini menjadi momentum memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budaya Brebes, memperluas apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Mari kita jaga Brebes sebagai daerah yang maju tanpa kehilangan akar budayanya," pesannya.

Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Wamendagri mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia, "Merdeka! Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, meriah, dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat".

Meski kepadatan dan kemacetan menjadi catatan kali ini, antusiasme masyarakat justru menunjukkan betapa besar kerinduan warga terhadap ruang ekspresi budaya dan ruang berkumpul bersama. Kondisi ini diharapkan menjadi masukan berharga bagi penyelenggaraan ke depan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso menyampaikan, festival ini merupakan wujud nyata upaya pelestarian dan penguatan keberagaman budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Brebes maupun Nusantara. (*)

Baca Juga:
Gresik Merdeka Carnival 2026 Semarakkan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81
Baca Juga:
Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes, 125 Kontingen Akan Hadir di Malam Karnaval 29 Agustus