KETIK, BREBES – Pondok Pesantren Putra Putri Al Hasaniyah Kedawon memperingati Harlah ke-30 dengan khidmat. Kegiatan digelar di Desa Kedawon, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Rabu 27 Agustus 2026 bertepatan 15 Rabiul Awal 1448 H.
Acara puncak ditandai pemukulan bedug oleh pendiri dan pengasuh, Dr. KH. Nuridin Syamsudin, S.H., M.Pd.I., tepat pukul 21.30 WIB sebagai simbol tiga dekade perjalanan ilmu, dakwah, dan pengabdian pesantren kepada umat.
Al Hasaniyah Kedawon dirintis dari sebuah cita-cita sederhana untuk menghadirkan lembaga pendidikan Islam di tengah masyarakat. Dari pengajian, pembelajaran Al-Qur'an, hingga pembinaan akhlak, pesantren ini tumbuh seiring kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.
“Perjalanan 30 tahun ini bukan sekadar angka. Di dalamnya ada doa yang tidak putus, pengabdian para guru, kesungguhan santri, dukungan wali santri, dan kepercayaan masyarakat,” ungkap Dr. KH. Nuridin Syamsudin.
Selama tiga dekade, Al Hasaniyah telah melahirkan generasi santri yang kembali mengabdi ke masyarakat. Para alumni juga tersebar di berbagai tempat sebagai bagian dari rantai dakwah.
Malam harlah dihadiri keluarga besar pesantren, santri, alumni, wali santri, dan masyarakat. Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti acara yang menjadi momentum muhasabah sekaligus peneguhan cita-cita awal berdirinya pesantren.
Puncak acara terjadi saat bedug ditabuh tiga kali. Tabuhan pertama dimaknai sebagai niat dan cita-cita, tabuhan kedua sebagai simbol perjuangan dan pengabdian, dan tabuhan ketiga sebagai estafet kepada generasi penerus.
“Bedug malam ini bukan sekadar alat musik. Ia menjadi simbol sejarah bahwa perjalanan Al Hasaniyah telah dilalui dengan perjuangan dan akan terus dilanjutkan,” ujar KH. Nuridin.
Memasuki usia 30 tahun, tantangan pesantren di era digital semakin besar. Namun kebutuhan terhadap ilmu agama, akhlak, dan keteladanan tetap menjadi prioritas. Al Hasaniyah terus memperkuat pendidikan Al-Qur'an, tahfidz, kajian keislaman, dan pembinaan akhlak agar melahirkan generasi yang cerdas intelektual dan kuat spiritual.
“Harlah ke-30 bukan akhir perjalanan. Ini adalah pijakan untuk melangkah lebih jauh. Generasi boleh berganti, zaman boleh berubah, tetapi semangat menuntut ilmu dan mengabdi harus tetap menyala,” tegasnya.
Dengan tema pengabdian "Dari Kedawon untuk Indonesia", Al Hasaniyah berkomitmen menjaga warisan keilmuan pesantren sekaligus menyiapkan santri menghadapi tantangan masa depan. (*)
Genap 30 Tahun, Al Hasaniyah Kedawon Brebes Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Santri untuk Indonesia
Sejumlah santriwati Ponpes Alhasabiyah Kedawon Brebes saat do'a bersama disamping baner ucapan "Selamat Harlah ke 30" (Foto: Makroni/ketik.com)
Tags:
pondok pesantren Pesantren Brebes Pendidikan Islam BrebesBaca Juga:
Tingkat Kemantapan Jalan Brebes 63,19 Persen, Pemkab Sediakan Website Aduan dan Edukasi JalanBaca Juga:
Perdana! 34 Sarjana STIT Al-Hikmah Benda Resmi Diwisuda, Tonggak Baru Pendidikan Islam di BrebesBerita Lainnya oleh Makroni
28 Agustus 2026 13:39
Tingkat Kemantapan Jalan Brebes 63,19 Persen, Pemkab Sediakan Website Aduan dan Edukasi Jalan
27 Agustus 2026 13:46
Keluarga Bakrie Kembali Beri Penghargaan di Ajang PAB XXII 2026, Ini Kata Pamor Wicaksono
26 Agustus 2026 20:42
Gerindra Brebes Sayangkan Pernyataan Budi Arie Soal Wacana Percepatan Pemilu
26 Agustus 2026 10:33
Ribuan Jemaah Padati Karangmalang, Brebes Bersholawat Peringati Maulid Nabi Bersama KH. Anwar Zahid
25 Agustus 2026 18:54
Serahkan Surat ke DLH, Aliansi Warga Brebes Tuntut Uji Lab dan Penegakan Hukum Pabrik Ready Mix
.png)