KETIK, PALEMBANG – Akses layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Kota Pagaralam kini mendapat dorongan signifikan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli TJSL menyalurkan satu unit ambulance kepada Yayasan Sahabat Pagaralam, sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan mendesak di lapangan.

Bantuan ini bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan solusi konkret atas tantangan akses transportasi medis yang selama ini kerap menjadi kendala, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

Branch Office Head BRI Pagaralam, Ahmad Mubarrok, menegaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

“Ambulance ini kami hadirkan sebagai bagian dari komitmen BRI dalam mendukung layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata. Harapannya, masyarakat Pagaralam bisa mendapatkan penanganan medis darurat dengan waktu respons yang lebih singkat,” ujarnya.

Di wilayah dengan karakter geografis yang menantang seperti Pagaralam, kecepatan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi faktor krusial. 

Baca Juga:
Kejati Sumsel Pastikan Laporan Dugaan di Pagar Alam Tak Terbukti

Kehadiran ambulance ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan peluang keselamatan pasien dalam kondisi kritis.

Ketua Yayasan Sahabat Pagaralam, Idi Hermansyah, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan yang sangat berarti bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya bantuan kendaraan, tapi juga harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat. Kami siap memaksimalkan pemanfaatannya untuk pelayanan kemanusiaan,” ungkapnya.

Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan BRI dalam memperkuat sektor kesehatan melalui TJSL, sekaligus memperluas jangkauan layanan darurat di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.

Baca Juga:
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias Serbu Layanan BRIMedika

Dengan hadirnya ambulance tersebut, BRI tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mempertegas perannya sebagai mitra pembangunan yang hadir langsung di tengah kebutuhan masyarakat.(*)