KETIK, HALMAHERA SELATAN – Menikmati secangkir kopi kini punya cerita berbeda di kawasan UMKM Milenial Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Black Coffee menghadirkan perpaduan keramahan, sentuhan artistik, dan kenyamanan dalam atmosfer elegan, dinamis, serta ramah di kantong.
Tak sekadar menyajikan aneka minuman, kedai ini menggabungkan estetika alami dengan desain modern. Konsepnya dirancang sebagai tempat bersantai bagi keluarga, anak muda, hingga komunitas yang ingin menikmati malam sambil mempererat keakraban.
Salah satu daya tariknya adalah panggung berbahan anyaman bambu yang menghadirkan karakter tradisional dalam balutan nuansa kontemporer.
Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk diskusi formal, pertemuan komunitas, hingga kegiatan kreatif pada malam hari. Perpaduan unsur lokal dan sentuhan modern memberi identitas tersendiri bagi Black Coffee.
Dari sisi kuliner, tersedia beragam racikan kekinian, mulai dari Aren Vanilla Latte, Matcha Nutella Latte, Americano Berry, Oreo Latte, Oreo Spanish Latte, Regal Karamel Latte, hingga Taro Caramel Latte.
Baca Juga:
Transformasi Digital Halmahera Selatan Diakui Universitas Gadjah Mada
Panggung Black Coffee sebagai sarana acara formal dan lainya (Foto: Mursal/Ketik.com)
Pilihan menu tersebut memberi alternatif bagi pencinta kopi maupun penggemar minuman bercita rasa manis dengan harga yang ditawarkan tetap terjangkau untuk berbagai kalangan.
Ketika malam tiba, Black Coffee sesekali menghadirkan live music. Pengunjung tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga berkesempatan menunjukkan kemampuan bernyanyi, menjadikan waktu bersantai semakin akrab dan interaktif.
Di balik konsep itu, tersimpan filosofi tentang pentingnya menjaga hubungan antarmanusia.
Baca Juga:
Pemdes Kupal Perkuat Literasi Protektif, Cegah Kekerasan Sejak DiniPemilik Black Coffee, Sam, memandang usaha kuliner bukan semata aktivitas bisnis. Baginya, nilai sebuah tempat perjumpaan juga terletak pada kedekatan emosional, keramahan pelayanan, dan kesempatan membangun hubungan baik tanpa memandang latar belakang.
"Kami ingin Black Coffee menjadi rumah silaturahmi. Berkumpul bersama keluarga dan sahabat merupakan warisan kebaikan yang harus terus dijaga," ujar Sam Sabtu, 7 November 2026.
Prinsip tersebut menjadi dasar pengembangan kedai yang terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat. Kehangatan pelayanan dan keterjangkauan harga ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman bersantai, tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Lebih jauh, Sam melihat bisnis kuliner sebagai peluang memperkenalkan potensi pariwisata Halmahera Selatan melalui kreativitas lokal. Perpaduan identitas tradisional, fasilitas multifungsi, dan pelayanan bersahabat dinilainya dapat menjadi pendekatan sederhana dalam membangun daya tarik wisata daerah.
"Kami ingin menghadirkan wisata kuliner yang ramah dan terjangkau. Ngopi bareng teman dan keluarga adalah silaturahmi yang tak bisa ditawar. Saya percaya, silaturahmi memperpanjang umur," ungkapnya.
Pandangan tersebut menempatkan budaya minum kopi sebagai bagian dari tradisi sosial. Percakapan sederhana dapat menjadi sarana bertukar pengetahuan, memperkuat persahabatan, sekaligus membuka peluang lahirnya gagasan kreatif.
Di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif Halmahera Selatan, Black Coffee mengusung pemanfaatan unsur tradisional dalam usaha modern. Panggung bambu, ragam hiburan, dan pilihan sajian menjadi bagian dari upaya menghadirkan destinasi kuliner yang memiliki karakter lokal.
Bagi warga Bacan Selatan maupun pendatang, kedai ini menyediakan alternatif untuk menikmati malam bersama keluarga, sahabat, dan rekan komunitas dalam lingkungan yang bersahabat.
Sam mengatakan Black Coffee terbuka bagi seluruh kalangan dengan pilihan minuman variatif, harga terjangkau, serta fasilitas untuk kegiatan sosial dan hiburan. Berlokasi di kawasan UMKM Milenial Desa Tembal, kedai tersebut menawarkan pengalaman bersantai yang memadukan cita rasa, kreativitas, dan keramahan dalam satu tempat.