KETIK, SIDOARJO – Lewatlah Jalan Desa Candinegoro, Jalan Terungwetan, hingga Terungkulon. Setelah ruas jalan tersebut selesai dibeton pada akhir 2024 lalu, kegiatan ekonomi baru bermunculan. Toko, warung, bengkel, kafe, laundry, sampai pujasera milik desa setempat. Betonisasi jalan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

”Saya coba buka usaha kopi-kopian. Semoga berhasil,” ungkap Sutrimo, yang membuka tempat ngopi di pinggir jalan beton Desa Terungkulon pada Senin (8 Juni 2026).

Di sepanjang Jalan Desa Terungkulon memang bermunculan tempat-tempat usaha baru. Mereka adalah warga desa setempat maupun penyewa yang ingin berbisnis di sana. Desa memberikan ruang usaha baru di pinggir jalan kawasan Kecamatan Krian itu.

Betonisasi Ruas Jalan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, hingga Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, pada 2024 berhasil mengangkat ekonomi masyarakat sekitar. Tempat-tempat usaha baru pun tumbuh. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Biaya sewa cukup Rp 150 per bulan. Bagi lelaki 54 tahun tersebut, harga sewa itu sangat murah untuk sebuah tempat usaha di lokasi yang sangat strategis. Tak jauh dari tempat Sutrimo membuka kafe, berjajar usaha jual bunga, bengkel, lontong kikil, nasi lento, soto ayam, dan sebagainya.

Baca Juga:
Bupati Subandi dan Wabup Mimik Idayana Pimpin Gerakan Sidoarjo ASRI

Sebagian buka usaha sejak pagi. Ada pula yang baru buka sore hingga malam hari. Rata-rata pengunjung ramai. Itu terlihat dari parkiran sepeda motor yang berjajar di pinggir jalan. Beberapa pekerja proyek terlihat makan siang di lokasi tersebut.

”Saya sewa dua tempat sekaligus. Untuk anak saya yang tinggal di Perumahan Java Residence,” tambah Sutrimo yang asli Dukuh Kupang, Surabaya, tersebut.

Berkat Betonisasi Jalan Tahun 2024

Ruas Jalan Candinegoro, Wonoayu, hingga ke Terungkulon, Kecamatan Krian, merupakan hasil program betonisasi jalan pada 2024. Saat itu ada 20 ruas jalan lain yang juga dibeton. Di antaranya, ruas Jalan Candinegoro--Terungkulon (Wonoayu--Tarik), ruas Jalan Bakung Pringgodani (Tarik), ruas Jalan Dukuhsari—Semambung (Jabon), Ruas Jalan Seduri A dan Ruas Jalan Seduri B (Balongbendo), ruas Jalan Kludan—Kenongo (Tanggulangin-Tulangan),  dan sebagainya.

Baca Juga:
Bupati Subandi Bantu Renovasi, Pemilik Rumah Tidak Layak Huni di Sidoarjo Bersyukur

Ada pula ruas ruas Jalan KH. Husein (Jabon), ruas Jalan Wonoplintahan—Jedong (Prambon), ruas Jalan Banjarasri – Dukuhtengah (Buduran), ruas Jalan Ponokawan—Masanganwetan ( Sukodono), Ruas Jalan Modong—Grabagan (Tulangan), ruas Jalan Bakung pronggodani—Penambangan (Balongbendo), ruas Jalan Bringinbendo—Sidodadi (Taman), ruas Jalan Mergosari (Tarik), ruas Jalan Tebel—Gemurung (Gedangan), ruas Jalan Wage (Gedangan), serta ruas Jalan Pilang Sawocangkring (Wonoayu), ruas Jalan Banjarsari (Tanggulangin).

Tidak hanya di wilayah Desa Terungkulon. Di pinggir Jalan Beton Desa Terungwetan hingga Candinegoro, juga tumbuh tempat-tempat usaha baru milik masyarakat. Warkop, nasi bebek, mi ayam, ayam geprek, dimsum, dan sebagainya.

Tempat-tempat usaha baru dibuka masyarakat di pinggir Jalan Desa Terungwetan yang dibeton pada 2024. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Mereka membuka bisnis skala UMKM itu dengan harapan bisa tumbuh dan berkembang. Sebab, ruas Jalan Desa Candinegoro hingga Terungwetan dan Terungkulon terhubung dengan Jatikalang dan Desa Keboharan, Kecamatan Krian. Pengendara yang hendak menuju Sukodono, Taman, Krian, bahkan ke Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, bisa melewatinya. Termasuk, pengendara yang mengarah ke kawasan Karangpilang dan Warugunung di Surabaya.

”Kalau pulang kerja, mereka biasanya mampir dulu. Makan mi atau minum kopi,” tambah Madjid, 51 tahun, pemilik warung di Candinegoro.

Tak jauh dari lokasi itu, sudah buka warung nasi bebek dan mie ayam. Pedagangnya buka kedai di depan rumah. Program betonisasi jalan benar-benar mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Itu terbukti.

Betonisasi Jalan Berlanjut 2025

Pada tahun 2025, betonisasi jalan juga terus berlanjut. Ada 13 jalan yang dibeton. Di antaranya, ruas jalan Gedangan–Betro (Kecamatan Gedangan/Sedati), ruas Jalan Kureksari--Kepuhkiriman (Kecamatan Waru), Jalan Industri Desa Sidokepung (Kecamatan Buduran) Jalan Brigjen Katamso (Berbek--Ngeni, Kecamatan Waru), dan Jalan Banjarkemuning (Kecamatan Sedati).

Selain itu, Jalan Desa Ngingas (Kecamatan Waru), Jalan Kolonel Sugiono (Kecamatan Waru), Jalan Pabean (Sedati)--Ngingas (Waru), Jalan Gilang--Bringinbendo (Kecamatan Taman), Jalan Wadungasri--Tambak Sawah (Kecamatan Waru), Jalan Tambakrejo--Tambak Sawah (Kecamatan Waru), Jalan Kalanganyar--Segoro Tambak (Kecamatan Sedati), Jalan Nasional Waru—Ngingas, Jalan Wadungasri--Kedungrejo (Kecamatan Waru), serta Jalan Tambak Sumur (Kecamatan Waru).

Ruas-ruas jalan tersebut merupakan jalur transportasi yang penting bagi masyarakat umum maupun pengusaha. Lokasinya berada di kawasan industri. Baik kawasan industri pabrik maupun pusat kerajinan.

Manfaat pembetonan jalan di kawasan industri ini dirasakan benar manfaatnya oleh pengguna jalan. Mereka menikmati kondisi jalan yang lebih mulus dan awet. Waktu tempuh ke tempat tujuan pun lebih pendek karena lalu lintas lancar. Jalan pun bagus.

”Saya setiap hari pergi-pulang dari Sedati ke Sukodono. Jalur cepat ya lewat Betro, Perempatan Gedangan, Keboananom, terus ke arah Sukodono. Sekarang lebih cepat sampai,” ungkap Taufik, 51, warga Perumahan Jaya Regency, Sedati.   

Jalan Raya Betro hingga Gedangan yang mulus sejak 2025 melancarkan arus lalu lintas dari arah Sedati menuju Gedangan, Sukono, maupun Sidoarjo. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Tujuh Ruas Jalan Dibeton pada 2026

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo M. Mahmud memastikan betonisasi jalan pada 2026 ini segera berjalan. Total ada tujuh jalan yang dibeton pada 2026 ini. Semuanya sudah masuk tahap persiapan pelaksanaan.

”Pekerjaan peningkatan jalan membutuhkan sekitar 3 bulan. Kami optimistis selesai paling lambat pertengahan November 2026,” kata Mahmud setelah rapat pemaparan master plan pembangunan jalan pada Kamis (11 Juni 2026) lalu.

Mana saja titik ruas jalan yang dibeton pada 2026? Masing-masing ruas jalan di depan Rumah Potong Hewan (RPH) Krian hingga Balai Desa Kemangsen, Kecamatan Krian. Di wilayah Krian pula, betonisasi dilakukan di jalan desa Kebonagung hingga Kemasan.

Di Kecamatan Gedangan, jalan yang dibeton adalah ruas Jalan Betro hingg Gedangan. Ini merupakan pekerjaan lanjutan. Sebab, pada 2025 lalu, Jalan Betro hingga Gedangan juta telah dibeton sampai di depan rel kereta api.

Yang berikutnya ialah ruas jalan Kedungturi, Kecamatan Taman. Jalan tersebut dibeton hingga sepanjang 650 meter dengan lebar 5 meter. Diharapkan, di sana tidak terjadi genangan air lagi.

Di Kecamatan Sedati, pembetonan jalan dilakukan untuk ruas Jalan Desa Tambakcemandi menuju Tambakoso. Panjangnya sekitar 1,5 kilometer. Adapun lebarnya direncanakan sekitar 6 meter. Pembetonan jalan tersebut akan menghubungkan Jalan Desa Tambakcemandi dengan ruas jalan lain yang telah dibeton.

Bupati Subandi bertemu emak-emak warga Desa Blurukidul untuk menyampaikan rencana betonisasi jalan tersebut pada 2026 ini. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Pembetonan jalan juga berlangsung di wilayah kota, yaitu Kecamatan Sidoarjo. Jalan Bluru Kidul, Kelurahan Sidoklumpuk, akan dibeton sepanjang lebih dari 1,6 kilometer. Lebarnya 5 meter. Jalan ini sangat penting karena merupakan salah satu akses utama pengendara dari Jalan Lingkar Timur menuju tengah Kota Sidoarjo.

”Kami sudah menunggu-nunggu kapan jalan desa kami dibeton. Pasti tidak akan banjir dan macet lagi,” ungkap Nuril, 58, warga Perumahan Blurukidul.  

Betonisasi yang ditunggu-tunggu ialah pembetonan ruas jalan depan SMP Negeri 2 Tanggulangin, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Lebar 5 meter dan panjang sekitar 0,6 kilometer. Jalan tersebut selalu tergenang banjir. Setiap tahun, SMPN 2 Tanggulangin kebanjiran karena dua sebab. Sungai meluap dan permukaan tanah (subsidence) yang terus terjadi.

Bupati Subandi: Prioritaskan Berdasar Ketersediaan Anggaran

Bupati Subandi mengatakan, program pembangunan infrakstruktur jalan merupakan prioritas penting seiring program penanggulangan banjir. Pembetonan jalan pun masih berfokus pada jalan-jalan yang rusak akibat genangan banjir.

Kondisi seperti itu banyak terjadi di kawasan timur. Di antaranya, kawasan Sedati dan Buduran. Kawasan timur Sidoarjo berdekatan dengan laut. Banjir banyak terjadi di kawasan timur. Biasanya akibat naiknya permukaan air laut atau banjir rob.

”Nah, kalahnya aspal itu dengan air,” terang Bupati Subandi.

Pada 2028 mendatang, program pembetonan besar akan mulai bergeser ke wilayah Kabupaten Sidoarjo bagian barat. Termasuk, pemeliharan jalan dengan overlay (pengaspalan ulang).

Bupati Subandi menyatakan pembangunan infratruktur jalan harus tetap menjadi prioritas. Pemeliharaan maupun peningkatan jalan di Sidoarjo akan berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Memperlancar mobilitas, distribusi barang, maupun mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Bupati Subandi memimpin rapat pemaparan master plan pembangunan jalan pada 2028 dan seterusnya didampingi oleh Sekda Fenny Apridawati dan Asisten 2 Bahrul Amig. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Bupati Subandi menekankan pentingnya pemerataan pembangunan berdasar prioritas kebutuhan masyarakat. Semua masukan dan usul dikaji dan disusun skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

Bupati Subandi juga berharap pada hasil efisiensi anggaran dari berbagai pos belanja. Anggaran itu bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan. Terutama, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

”Saya minta seluruh usulan program infrastruktur jalan dicek dan dipilah lagi. Mana yang mendesak dan benar-benar dibutuhkan masyarakat, itu yang harus dihulukan,” tegas Bupati Subandi. (adv)