KETIK, PROBOLINGGO – Semangat mendalami sejarah Islam kembali bergelora di Coffee Ralunan, Paiton, Probolinggo, Senin malam 11 Mei 2026.

Kajian Sirah Nabawiyah yang rutin digelar ini menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, ustaz, dosen, hingga pengusaha yang berkumpul untuk membedah perjalanan hidup Rasulullah SAW.

Dalam sesi terbaru yang berlangsung semalam, diskusi berfokus pada peristiwa Perang Uhud. Menariknya, para peserta tidak hanya terpaku pada teks utama buku Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syaikh Safiurrahman Al-Mubarakfuri, tetapi juga aktif membawa referensi pendukung lain untuk memperkaya cakrawala diskusi.

Ketua Kajian Sirah Nabawiyah, Mohammad Nur Kholis Muslim, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya memahami akar sejarah Islam.

"Kita ingin memberikan pengertian kepada para peserta kajian bahwa belajar sejarah peradaban Islam itu sangat penting," tegas Nur Kholis di sela-sela diskusi.

Baca Juga:
Nabi dalam Realita Kita

Diskusi mengenai Perang Uhud kali ini berkembang menjadi lebih dinamis. Para peserta sepakat untuk tidak hanya melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang kronologi peperangan atau strategi militer semata, melainkan menggali lebih dalam mengenai hikmah dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam diskusi tadi malam antara lain:

Selain itu, pada kajian tersebut diharapkan para peserta dapat memahami secara komprehensif perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban Islam. Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, kajian di Coffee Ralunan ini diharapkan menjadi oase intelektual dan spiritual bagi warga Probolinggo dan sekitarnya. (*)