KETIK, BATU – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut lebih dari 7.500 UMKM dan 70 pegiat ekonomi kreatif di Kota Batu memiliki potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Potensi tersebut dinilai semakin penting karena Kota Batu memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, potensi alam, dan ekonomi kreatif.
“Di Batu ini katanya lebih dari 7.500 dan 70 pegiat-pegiat ekonomi kreatif. Adalah potensi yang luar biasa. Meskipun wilayah Kota Batu tidak terlampau luas, potensi alam yang bagus serta ekonomi kreatif yang menantang di Kota Batu,” ujarnya, saat menghadiri Peresmian Perintis Berdaya Connect, di Kota Batu, pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia meyakini jumlah pelaku UMKM tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batu.
Muhaimin juga menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Perintis Berdaya Connect di Kota Batu. Menurutnya, kegiatan tersebut telah dilaksanakan untuk kedua kalinya di Kota Batu setelah sebelumnya digelar di Bandung.
“Saya sangat bersyukur Perintis Berdaya Connect bisa dilaksanakan yang kedua kalinya di Kota Batu. Sebelumnya di Bandung sukses,” tutur Cak Imin, sapaanya.
Cak Imin berharap Kota Batu dapat terus berkembang dan memiliki kemampuan bersaing dengan kota-kota besar di berbagai negara. Ia mendorong penguatan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif agar pelaku usaha dapat terus naik kelas.
“Saya ingin Kota Batu ini menjadi kota yang maju dan bisa bersaing dengan kota-kota besar di berbagai negara. Inilah semangat kita semua untuk terus mengusung dari ruang menjadi peluang,” katanya.
Cak Imin menilai, ekosistem yang telah terbentuk perlu terus diperkuat, sementara ekosistem yang belum tersedia harus dibangun.
Upaya tersebut dilakukan melalui orkestrasi berbagai pihak agar peningkatan produktivitas, pendapatan, dan perkembangan UMKM serta ekonomi kreatif dapat berlangsung lebih cepat.
“Kita ingin ekosistem yang terbentuk kita dorong terus naik kelas, UMKM kita naik kelas. Kita terus lakukan orkestrasi sehingga registrasi kita menjadi sangat cepat mendorong peningkatan kemajuan produktivitas pendapatan dan kemajuan UMKM dan ekonomi kreatif kita,” jelasnya.
Kota Batu, tambah dia, sebagai kota pariwisata memberikan peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat nasional.
Politisi PKB ini mengatakan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional tidak lagi hanya bertumpu pada kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Menurutnya, inovasi dan temuan dari berbagai daerah dapat menjadi kekuatan baru dalam perkembangan ekonomi kreatif.
Karena itu, ia menilai perlu ada penguatan ekosistem agar para kreator dapat berkembang dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi yang mandiri.
“Sehingga kita harus untuk berjuang memperkuat upaya-upaya agar kreator-kreator kita hadir dalam satu ekosistem yang tumbuh, berdaya dan menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri,” tuturnya.
Cak Imin juga mengaitkan penguatan UMKM dan ekonomi kreatif dengan target Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemandirian nasional.
Ia menyebut sektor pangan, energi, dan pertumbuhan ekonomi sebagai bagian dari bidang yang diharapkan tidak membuat Indonesia bergantung kepada negara lain.
“Hal ini sebagai bagian dari target Pak Prabowo, Presiden Republik Indonesia yang sangat berkeinginan agar kita semua tidak lagi bergantung kepada negara manapun dalam bidang pangan, energi, dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian selain sektor industri. Jika sektor industri sangat bergantung pada investasi, UMKM perlu terus diperkuat melalui ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha berkembang dan naik kelas.
“Sehingga penopang utama selain dunia industri yang tentu sangat bergantung kepada investasi juga UMKM yang menjadi daya topang yang terus akan kita berikan berbagai ekosistem yang menjadikan naik kelas,” katanya.
Cak Imin menegaskan ekosistem yang kuat diperlukan untuk menciptakan usaha yang sehat. Hal tersebut tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang tepat di antara seluruh aktor ekonomi.
Saat ditanya mengenai keluhan atau cerita yang ditemui dari pelaku UMKM setelah melihat kondisi usaha mereka, Muhaimin mengatakan masih terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya berkaitan dengan teknologi.
“Ya tentu banyak sekali yang harus terus kita upgrade ya dalam konteks teknologi misalnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia menyebut terdapat kemajuan dalam kemudahan akses permodalan yang dinilainya patut disyukuri.
Muhaimin mengatakan salah satu pekerjaan yang masih terus diupayakan adalah memastikan bahan baku dapat diakses dengan mudah dan memiliki kualitas yang baik. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena sebagian bahan baku yang dibutuhkan masih berasal dari impor.
“Nah tugas Kemenko ini agar bahan baku yang mudah diakses dan berkualitas. Itu pekerjaan yang masih terus kita upayakan karena sebagian bahan-bahan itu adalah bahan-bahan impor,” tuturnya.
Ia menyebut upaya tersebut juga membutuhkan perhatian dari Kementerian Perdagangan, kementerian terkait lainnya, serta Bea Cukai agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi. (*)
.png)