Heli Suyanto Jadi Ketua KTNA Kota Batu, Siapkan Program Modernisasi Pertanian hingga Akses Pasar

11 Agustus 2026 12:30 11 Agt 2026 12:30

Dafa Wahyu P., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Heli Suyanto Jadi Ketua KTNA Kota Batu, Siapkan Program Modernisasi Pertanian hingga Akses Pasar

Heli Suyanto terpilih sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Batu periode 2026-2031. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Terpilih sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Batu periode 2026-2031, Heli Suyanto langsung menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat kelembagaan sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi petani.

Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan petani secara riil di setiap desa dan kelurahan.

Pemetaan tersebut akan mencakup ketersediaan lahan, komoditas unggulan, hingga berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.

“Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan adanya baseline data petani. Kita perlu mengetahui secara riil kebutuhan petani di setiap desa dan kelurahan, mulai dari ketersediaan lahan, komoditas unggulan, hingga persoalan spesifik yang mereka hadapi,” ujarnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Selain pendataan, Heli akan memperkuat konsolidasi kelembagaan melalui pengaktifan kembali fungsi kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu koordinasi program hingga tingkat RT dan RW agar berjalan lebih lancar serta tepat sasaran.

Program digitalisasi pertanian juga menjadi salah satu agenda yang disiapkan. Pria yang akrab disapa Mas Heli ini menyebut modernisasi alat pertanian dan efisiensi pemasaran berbasis teknologi digital perlu diperkenalkan kepada petani Kota Batu.

Dalam menjalankan fungsi KTNA, Mas Heli menekankan pentingnya peran organisasi sebagai jembatan antara petani dengan pemerintah daerah, penyedia input pertanian, serta akademisi dan pakar.

“KTNA harus hadir sebagai fasilitator langsung antara petani dengan pemerintah daerah, penyedia input pertanian, serta akademisi atau pakar. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi petani dapat disampaikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” jelas Politisi Gerindra ini.

Selain advokasi, KTNA akan mendorong pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui workshop langsung di lapangan atau demonstration plot, antara lain mengenai pembuatan pupuk organik, efisiensi pakan dan lahan, serta penanganan pascapanen.

Mas Heli juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyaluran bantuan pertanian. Menurutnya, bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian, bibit, maupun subsidi harus dapat didistribusikan secara terbuka dan proporsional.

Soroti Produktivitas Apel hingga Alih Fungsi Lahan

Sejumlah persoalan dinilai perlu mendapat perhatian dalam upaya memperkuat sektor pertanian Kota Batu. Mas Heli menyoroti penurunan produktivitas komoditas unggulan, khususnya apel, yang dipengaruhi degradasi kualitas tanah akibat penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang serta perubahan iklim.

Keterbatasan dan distribusi pupuk subsidi juga menjadi persoalan, terutama ketika terjadi kelangkaan atau ketimpangan alokasi pada musim tanam.

Selain itu, alih fungsi lahan dan alih profesi turut menjadi tantangan karena berdampak pada berkurangnya regenerasi petani muda serta semakin menyempitnya lahan pertanian.

Sebagai solusi, Mas Heli menyiapkan program revitalisasi tanah dan apel Kota Batu melalui edukasi pemulihan kualitas tanah menggunakan pupuk organik dan kompos terpadu.

“Revitalisasi tanah dan apel Kota Batu perlu didorong melalui edukasi penggunaan pupuk organik dan kompos terpadu untuk memulihkan kualitas tanah. Dengan begitu, kejayaan apel dan hortikultura Kota Batu dapat kembali diperkuat,” ungkap Mas Heli yang juga Wakil Wali Kota Batu.

Untuk persoalan pupuk, KTNA akan mendorong pemerataan sekaligus pengawasan distribusi melalui sistem pendataan terpadu bersama dinas terkait. Sistem tersebut diharapkan membuat alokasi pupuk lebih tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian sekaligus mendorong regenerasi, Mas Heli mengusulkan pengembangan petani milenial dan integrasi sektor pertanian dengan agrowisata khas Kota Batu.

Siapkan Strategi Hadapi Fluktuasi Harga

Mas Heli juga menyiapkan strategi untuk membantu petani menghadapi perubahan harga hasil pertanian. Salah satu langkah yang didorong adalah pengolahan pascapanen agar petani tidak hanya menjual hasil pertanian sebagai bahan mentah.

Hasil pertanian diharapkan dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki daya tahan lebih lama sekaligus nilai jual lebih tinggi.

Selain itu, KTNA akan mendorong manajemen pola tanam melalui pengaturan kalender tanam antarwilayah di Kota Batu. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah panen raya berlangsung bersamaan yang dapat memicu anjloknya harga pasar.

Pemanfaatan cold storage dan gudang penyimpanan juga akan didorong melalui kerja sama dengan pihak terkait. Sarana tersebut dapat digunakan untuk menyimpan hasil panen sementara ketika harga pasar sedang turun.

Untuk memperluas akses pasar, Mas Heli mendorong kemitraan langsung atau business-to-business (B2B) dengan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), serta pasar modern di tingkat lokal maupun regional.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperpendek rantai pemasaran sehingga ketergantungan petani terhadap rantai tengkulak yang panjang dapat dikurangi.

Optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan koperasi tani juga menjadi bagian dari strategi pemasaran. Keduanya diharapkan dapat berperan sebagai penampung hasil panen dengan harga acuan yang adil bagi petani.

Selain itu, Mas Heli mendorong pembangunan pasar tani digital dan e-commerce yang secara khusus memasarkan produk segar hasil pertanian Kota Batu. Platform tersebut diharapkan dapat mempertemukan produk petani dengan konsumen secara lebih langsung.

Mas Heli menegaskan amanah sebagai Ketua KTNA Kota Batu bukan semata-mata jabatan, tetapi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan petani.

“Amanah memimpin KTNA ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab bersama untuk membangkitkan kembali martabat dan kesejahteraan petani Kota Batu. Pertanian adalah tulang punggung daerah kita, dan para petanilah pahlawan ketahanan pangan yang sesungguhnya,” imbuh Mas Heli.

Ia mengajak seluruh petani memperkuat kebersamaan dan menghilangkan sekat antarkelompok. KTNA, menurutnya, harus menjadi wadah yang terbuka untuk mendengar aspirasi sekaligus bekerja nyata bagi petani.

“Mari kita perkuat kebersamaan, hilangkan sekat-sekat, dan bergerak maju bersama. KTNA siap menjadi rumah yang terbuka, siap mendengar, dan bekerja nyata. Dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha, kita yakini pertanian Kota Batu akan semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

KTNA Kota Batu Heli Suyanto Info Kota Batu Berita Kota Batu