KETIK, BANDUNG – Telkom University (Tel-U) resmi membuka Fakultas Kedokteran (FK Tel-U), Selasa (1/9/2026). Kehadiran fakultas baru ini membawa pendekatan berbeda dalam pendidikan dokter dengan menggabungkan kompetensi klinis dan pemanfaatan teknologi digital.
Pembukaan FK Tel-U ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 963/B/O/2026. Fakultas tersebut akan menyiapkan dokter yang tidak hanya memiliki kemampuan medis, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi, data kesehatan, serta pendekatan predictive medicine dan precision medicine.
Peresmian FK Tel-U berlangsung di Gedung N kampus Tel-U Bandung dengan mengusung tema “The Next Gen Medical Doctor: Mewujudkan Generasi Baru Dokter Indonesia yang Adaptif, Unggul, dan Menjadi Pelopor Kesehatan Digital berbasis Predictive dan Precision Medicine.”
Rektor Tel-U Prof. Dr. Suyanto mengatakan pembukaan FK Tel-U merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan sektor kesehatan nasional.
“Lahirnya Fakultas Kedokteran Tel-U adalah wujud nyata komitmen kami dalam mentransformasi pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia. Kami tidak hanya mendidik dokter yang mampu mengobati, tetapi dokter yang mampu berinovasi memanfaatkan teknologi digital, data kesehatan, predictive medicine, dan precision medicine untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Suyanto.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk layanan kesehatan. Karena itu, dokter masa depan dituntut mampu memahami perkembangan teknologi tanpa kehilangan kemampuan klinis dan sisi humanis dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Untuk mendukung konsep tersebut, FK Tel-U menempati Gedung N yang dirancang sebagai ekosistem pembelajaran kedokteran terintegrasi. Gedung tiga lantai seluas sekitar 5.000 meter persegi tersebut dilengkapi ruang kuliah, ruang tutorial dan diskusi, OSCE Center, ruang cadaver, ruang instrumen, ruang kemahasiswaan, ruang konseling hingga Student Lounge.
FK Tel-U juga memiliki 11 laboratorium pembelajaran, mulai dari laboratorium anatomi kering, histologi, biokimia, mikrobiologi, parasitologi, farmakologi, patologi klinik, patologi anatomi, faal, laboratorium komputer hingga laboratorium kering berbasis simulasi digital.
Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran mulai dari ilmu dasar kedokteran, kompetensi klinis hingga penguasaan teknologi kesehatan digital.
Kepala Program Pengembangan Universitas sekaligus Ketua Satgas Pendirian FK Tel-U, Lia Yuldinawati Ph.D mengatakan FK Tel-U tidak dirancang sekadar menjadi tempat mahasiswa mempelajari ilmu kedokteran.
“Kami membangun FK Tel-U bukan sekadar sebagai tempat belajar ilmu kedokteran. Ini adalah laboratorium hidup yang mempersiapkan mahasiswa kami untuk menjadi dokter masa depan, yang kompeten secara klinis, peka secara sosial, dan siap memanfaatkan teknologi di bidang kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Lia.
Dalam penyelenggaraannya, FK Tel-U didukung Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) sebagai fakultas kedokteran pembina. Tel-U juga menggandeng RS dr. R. Soedjati Soemodiardjo (RS Otista) sebagai rumah sakit pendidikan utama.
FK Tel-U mulai menerima mahasiswa baru pada September 2026. Untuk angkatan perdana, Tel-U menawarkan sejumlah fasilitas, termasuk beasiswa penuh, iPad dan asrama bagi seluruh mahasiswa baru.
Kehadiran FK Tel-U memperluas bidang kontribusi perguruan tinggi tersebut yang selama ini dikenal kuat dalam pengembangan teknologi dan talenta digital.
Melalui fakultas kedokteran tersebut, Tel-U ingin mempertemukan tiga dunia yang selama ini berkembang secara terpisah, yakni pendidikan kedokteran, teknologi digital dan layanan kesehatan.
Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan dokter yang mampu mengikuti perkembangan teknologi kesehatan sekaligus tetap memiliki kompetensi klinis dan kepekaan sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(*)
