OJK Jabar Dorong Inklusi Keuangan Berdampak, FinExpo Jabar Raup Transaksi Rp15,76 Miliar

5 November 2026 17:37 5 Nov 2026 17:37

Iwa AS, Akhmad Sugriwa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail OJK Jabar Dorong Inklusi Keuangan Berdampak, FinExpo Jabar Raup Transaksi Rp15,76 Miliar

Kepala OJK Jabar Darwisman saat penutupan FinExpo 2026 OJK Jabar di Trans Studio Mall Bandung, Minggu (1/11/2026). (Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Upaya memperluas inklusi keuangan di Jawa Barat mulai menunjukkan hasil melalui pendekatan yang mendekatkan masyarakat dengan industri jasa keuangan. Financial Expo (FinExpo) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat di Trans Studio Mall Bandung berhasil menarik 27.417 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp15,76 miliar.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting dari rangkaian puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Selama empat hari, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga kesempatan berinteraksi langsung dengan pelaku usaha jasa keuangan untuk mengenal dan mengakses berbagai produk serta layanan keuangan formal.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi sinyal positif meningkatnya kebutuhan terhadap layanan keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya. Namun, menurutnya, perluasan akses harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman dan pelindungan konsumen.

“Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan terhadap edukasi dan akses layanan keuangan yang mudah, aman, dan terpercaya terus meningkat,” kata Darwisman, Minggu (1/11/2026).

Bagi OJK Jabar, keberhasilan inklusi keuangan tidak cukup diukur dari banyaknya masyarakat yang mengenal atau memiliki akses terhadap produk keuangan. Lebih dari itu, pemanfaatannya harus memberikan manfaat nyata, mulai dari memperkuat ketahanan keuangan rumah tangga, mendukung pengembangan usaha, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selama penyelenggaraan FinExpo, masyarakat memperoleh kesempatan mengakses berbagai layanan dari sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, pergadaian, hingga teknologi finansial. Pengunjung juga dapat mengikuti seminar, konsultasi keuangan, membuka rekening simpanan dan akun investasi, serta mengenali produk keuangan digital.

Melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha jasa keuangan, masyarakat memperoleh informasi mengenai manfaat, biaya, risiko, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen. Kegiatan ini menjangkau berbagai kelompok, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, keluarga, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Pelaksana FinExpo 2026 Nathalya Wani Sabu mengapresiasi dukungan seluruh peserta pameran, mitra pendukung, panitia, dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menghadirkan edukasi keuangan yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pameran, mitra pendukung, panitia, dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat yang luas,” ujar Nathalya.

Di tengah semakin luasnya penggunaan layanan keuangan digital, OJK juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan, penyalahgunaan data pribadi, aktivitas keuangan ilegal, dan modus rekayasa sosial. Masyarakat diminta memastikan legalitas penyedia layanan serta menjaga kerahasiaan PIN, kata sandi, dan kode autentikasi.

Ke depan, OJK Jawa Barat akan melanjutkan penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) serta berbagai program edukasi bagi kelompok prioritas. Sasaran program mencakup perempuan, generasi muda, pelaku UMKM, pekerja informal, petani, nelayan, penyandang disabilitas, hingga masyarakat di wilayah perdesaan.

Melalui capaian FinExpo 2026, OJK Jabar berharap kolaborasi dengan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, media, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya semakin kuat. Dengan demikian, akses keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening atau penggunaan produk, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

OJK ojk jabar kepala ojk jabar darwisman Finexpo Inklusi keuangan keuangan