KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai melakukan pembersihan sejumlah halte angkutan umum yang kondisinya tidak terawat. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan yang digelar pada Senin, 27 April 2026 ini adalah halte di Jalan Kertanegara, Kecamatan Klojen, tepatnya di dekat SMA Negeri 1 Malang.
Aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk respons cepat Dishub atas gerakan mandiri yang dilakukan oleh komunitas dan masyarakat di Jalan Veteran pada Sabtu, 25 April 2026 lalu.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Malang, Muhammad Aris Januar, membenarkan bahwa langkah instansinya tersebut salah satunya terinspirasi oleh inisiatif warga.
"Iya, antara lain karena itu. Kami berterima kasih, karena itu sangat bagus dan mangkanya kami tidak mau kalah dan melakukan hal yang sama," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pembersihan ringan. Berupa membersihkan kotoran serta menghilangkan coretan vandalisme yang berada di halte.
Baca Juga:
Caplok Lahan RTH, Kafe Remang-Remang di Kedungkandang Malang Terancam Dibongkar"Meski tidak ada anggaran, kami upayakan pembersihan dilakukan secara maksimal. Coretan-coretan vandalisme kita hilangkan, mungkin pakai thinner kalau memungkinkan," terangnya.
Aris mengungkapkan bahwa ke depannya Dishub berencana menggandeng lebih banyak elemen masyarakat, mulai dari komunitas hingga perguruan tinggi, untuk bergotong-royong merawat fasilitas publik.
"Kami ingin berkolaborasi bersama teman-teman komunitas. Akan kami undang lalu kita ajak kerja bareng lagi di halte-halte lainnya," tambahnya.
Arus menambahkan kondisi halte di Kota Malang memang banyak yang membutuhkan perhatian. Dari total 37 halte yang tersebar di berbagai titik, sebagian besar perlu dilakukan pembersihan hingga perbaikan.
Baca Juga:
Relokasi Pedagang Molor Lagi, Target Perbaikan Jalan Pasar Gadang Tetap Dimulai Mei 2026Namun untuk sementara ini, pihaknya memilih langkah cepat sebagai bentuk penanganan awal. Sembari membuka peluang kolaborasi di tengah keterbatasan anggaran.
"Ini bagian dari kreativitas di tengah keterbatasan. Yang penting kita mulai dulu, dan selanjutnya akan dilakukan bersama dengan masyarakat," tandasnya.(*)