KETIK, CILACAP – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap berkolaborasi bersama Tim Penggerak PKK Desa setempat menggelar perlombaan tari berkebaya, Minggu, 9 Agustus 2026.
Adapun lomba tersebut diikuti para remaja setempat dari empat dusun. Mereka tampil anggun dan energik dengan mengenakkan pakaian tradisional dan menarik perhatian penonton.
Tak hanya itu, remaja putri ini juga terlihat semangat dan antusias mengikuti lomba tersebut.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Karangkemiri, Purwati berharap lomba tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta pada seni tari dan busana tradisional.
Perempuan yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Cilacap ini menjelaskan, lomba tari berkebaya tersebut digelar selain untuk memeriahkan HUT ke-81 RI sekaligus karena Desa Karangkemiri dicanangkan sebagai desa budaya.
Baca Juga:
Jelajahi Pesona Grojogan Sewu, Plt Bupati Tulungagung Resmikan dan Ikuti Rejotangan Fun Trail Run 2026"Untuk yang mengiringi tarian saat lomba itu dari ibu-ibu PKK untuk gendingannya dan dari grup Mudo Noto Budoyo Desa Karangkemiri dengan lagu Bendrong Kulon," ujar Purwati.
"Alhamdulillah dari empat dusun ini dapat juara semua, Dusun Tembelang juara 1, Dusun Karangkemiri juara 2, Dusun Situ juara 3 dan Dusun Karangaglik juara 4," lanjut Ketua PIRA Cilacap ini.
Lebih lanjut Purwati menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan HUT RI diawali lomba jalan sehat berkebaya pada Jumat 8 Agustus 2026 pagi, dimulai dari Balai Desa Karangkemiri menuju Pasar Manis dan berakhir di Balai Desa.
"Saat lomba jalan sehat berkebaya kemarin, kami menyediakan banyak door prize banyak. Sementara peserta sendiri terdiri dari masing-masing dusun serta posyandu yang ada di Karangkemiri. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa," katanya.
Baca Juga:
Semarakkan HUT Ke-81 RI, Pemdes Pojok Tulungagung Gelar Jalan Sehat dan Senam BersamaIa menambahkan, peserta lomba jalan sehat berkebaya ini disesuaikan dengan jumlah posyandu ILP yang ada di desa tersebut yakni lima posyandu ILP.
"Posyandu ini terdiri dari Posyandu Mawar, Kenanga, Anggrek, Dahlia dan Posyandu Cempaka. Masing-masing menghadirkan peserta ada Lansia, Ibu dan balita, remaja dan anak-anak," jelas Purwati.
"Harapan kami, ke depan mulai kader yang ada di Posyandu, PKK, dan masyarakat semuanya sehat, karena ini bagian dari menyehatkan masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangkemiri, Kuswadi berharap lomba tari berkebaya ini dapat mewadahi kreatifitas remaja sekitar sekaligus juga untuk melestarikan budaya atau nguri-nguri budaya Jawa.
"Ke depan, dari apa yang sudah dilestarikan ini, generasi muda kita bisa meneruskan, dan saya memang sedang menanamkan jiwa patriotisme kepada masyarakat agar tidak hanya cinta dengan desa, tapi juga cinta dengan budaya," ujar Kuswadi.
"Dan kebetulan disini juga ada sanggar, dan sanggar ini memang untuk memfasilitasi mereka, mulai dari ajar gendingan, ajar tari sampai dengan pedalangan," pungkas Kuswadi.(*)