KETIK, PACITAN – Usulan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin agar penderita tuberkulosis (TBC) masuk sebagai penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan. 

Kepala Dinkes Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji menyambut positif gagasan tersebut, namun berharap pelaksanaannya benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengatakan tambahan asupan gizi memang dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasien TBC. 

Namun, menurutnya, program bantuan sebaiknya tidak hanya diperuntukkan bagi penderita TBC semata, melainkan juga masyarakat kurang mampu yang mengidap penyakit lain.

"Harapannya ya kalau bisa semua penyakit bisa dapat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan yang kurang sejahtera," kata Daru kepada Ketik.com, Senin, 29 Juni 2026.

Baca Juga:
Tunggu Persetujuan Kemensos, 70 Kuota SD Sekolah Rakyat Pacitan Dialihkan ke SMP-SMA

Menurutnya, kondisi ekonomi pasien juga perlu menjadi pertimbangan apabila pemerintah merealisasikan kebijakan tersebut. 

Pasalnya, tidak semua penderita TBC berasal dari keluarga tidak mampu.

"Kalau TBC kan tidak semuanya kurang sejahtera, kadang ada juga yang kaya," ujarnya.

Daru menilai, apabila program tersebut nantinya dijalankan, mekanisme penyaluran bantuan perlu dirancang secara tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi selama menjalani pengobatan.

Baca Juga:
Usai Penataan PKL Rampung, Parkir Alun-alun Pacitan Masih Semrawut saat Akhir Pekan

Saat ditanya mengenai tindak lanjut usulan pemerintah pusat, Daru mengaku hingga kini belum ada koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun petunjuk teknis terkait kemungkinan pemberian Program Makan Bergizi Gratis bagi pasien TBC.

"Belum," jawabnya singkat.

Di sisi lain, Dinkes Pacitan hingga kini masih terus melakukan upaya penemuan kasus TBC di masyarakat. 

Berdasarkan data terbaru, hingga akhir Juni 2026 telah ditemukan sebanyak 208 pasien TBC di Kabupaten Pacitan.

Meski demikian, angka tersebut baru mencapai sekitar 19 persen dari target penemuan kasus yang ditetapkan sepanjang tahun ini. 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita TBC menjadi salah satu kelompok penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Budi, berbagai hasil penelitian internasional menunjukkan bahwa pemenuhan gizi yang baik selama masa pengobatan TBC selama enam hingga 12 bulan mampu meningkatkan daya tahan tubuh pasien sehingga proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.

"Dari hasil penelitian jurnal-jurnal internasional dan sudah diterapkan juga di India dan China, orang yang penderita TBC diobati selama enam bulan sampai 12 bulan itu daya tahan kondisi fisiknya lemah. Kalau dia bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup atau sedikit lebih, itu akan memperkuat dan mempercepat pemulihannya," ujar Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Menkes juga menyoroti masih tingginya angka kematian akibat TBC di Indonesia yang mencapai sekitar 126 ribu jiwa setiap tahun. 

Menurutnya, intervensi berupa dukungan gizi berpotensi meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

Usulan tersebut saat ini masih sebatas gagasan dan belum diumumkan secara resmi sebagai kebijakan pemerintah.(*)