Profil Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Berdarah Minang yang Gemar Koleksi Keris

14 Agustus 2026 01:30 14 Agt 2026 01:30

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Profil Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Berdarah Minang yang Gemar Koleksi Keris

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon yang memiliki latar belakang politik, sejarah, sastra, dan ketertarikan terhadap berbagai warisan budaya Indonesia. (Foto: Dok. Kemenbud)

KETIK, JAKARTA – Fadli Zon saat ini dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban amanah sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Posisi tersebut membuat sosok yang selama ini dikenal sebagai politikus Partai Gerindra itu berada di garis depan dalam kebijakan pemajuan kebudayaan nasional.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fadli Zon lahir di Jakarta pada 1 Juni 1971.

Meski lahir di ibu kota, ia memiliki darah Minangkabau dari kedua orang tuanya, Zon Harjo dan Ellyda Yatim yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Fadli merupakan putra sulung dari tiga bersaudara.

Karier Fadli Zon tidak hanya berkutat di dunia politik.

Ia juga dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap sejarah, sastra, seni, dan benda-benda budaya.

Hal tersebut sejalan dengan latar pendidikannya yang ditempuh di bidang humaniora dan sejarah.

Fadli menempuh pendidikan dasar di SDN Cibeureum 3 Bogor pada 1984, kemudian melanjutkan ke SMP Fajar Jakarta Timur pada 1984-1987 dan SMA Negeri 31 Jakarta Timur pada 1987-1989.

Ia kemudian mendapat kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar American Field Service di Harlandale High School, Texas, Amerika Serikat, pada 1989-1990.

Setelah kembali ke Indonesia, Fadli melanjutkan pendidikan di Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada 1997.

Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris. Di kampus tersebut ia mengambil program Development Studies dan memperoleh gelar Master of Science pada 2003.

Fadli juga menyelesaikan pendidikan doktoral Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia pada 2016.

Sebelum dikenal luas sebagai politikus, Fadli telah aktif dalam dunia kepenulisan dan organisasi.

Ia pernah menjadi redaktur serta anggota Dewan Redaksi majalah sastra Horison sejak 1993.

Ia juga pernah bekerja sebagai wartawan dan menulis untuk sejumlah media, termasuk majalah remaja dan media massa lainnya.

Karier politik Fadli Zon dimulai sejak akhir 1990-an.

Ia pernah menjadi anggota MPR RI periode 1997-1999 dari golongan pemuda serta menjabat Ketua Partai Bulan Bintang pada 1998-2001.

Namanya kemudian semakin dikenal setelah bersama Prabowo Subianto mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra.

Pada periode 2014-2019, Fadli dipercaya menjadi Wakil Ketua DPR RI.

Selanjutnya, pada 2019-2024 ia menjabat Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI.

Di internal Gerindra, Fadli juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum partai tersebut pada 2020-2025.

Di luar politik, Fadli tercatat memiliki sejumlah pengalaman di dunia usaha. Ia pernah menjadi direktur di sejumlah perusahaan dan tercatat sebagai komisaris PT Tidar Kerinci Agung.

Ketertarikannya terhadap kebudayaan juga terlihat dari berbagai aktivitas yang dijalaninya.

Fadli mendirikan Fadli Zon Library di Jakarta Pusat, Rumah Kreatif Fadli Zon di Cimanggis, Depok, serta Rumah Budaya di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ia juga dikenal sebagai kolektor benda-benda antik, khususnya keris dan perangko.

Dalam sejumlah kesempatan, Fadli pernah mengungkapkan memiliki koleksi sekitar 1.000 keris.

Menurutnya, keris bukan sekadar benda pusaka, tetapi merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi.

Fadli juga pernah dipercaya memimpin Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) periode 2022-2027.

Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli kini memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan ekosistem kebudayaan Indonesia.

Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinannya juga mendorong kebudayaan tidak hanya sebagai identitas bangsa, tetapi sebagai bagian dari pembangunan nasional dan diplomasi budaya.

Pada 2026, misalnya, Kementerian Kebudayaan meluncurkan Dana IndonesiaRaya dengan nilai Rp500 miliar yang bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan.

Program tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan.

Fadli juga aktif mendorong diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Kementerian Kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai instrumen dialog, pembangunan, dan diplomasi global.

Selain itu, Fadli Zon telah terlibat dalam pembahasan berbagai kebijakan kebudayaan bersama Komisi X DPR RI, termasuk mengenai penulisan sejarah nasional dan penguatan tata kelola kebudayaan.

Atas kiprahnya, Fadli Zon pernah menerima sejumlah penghargaan dan gelar adat maupun budaya, di antaranya Bintang Mahaputera Nararya pada 2020 serta gelar Datuk Bijo Dirajo Nan Kuning dan Tuanku Muda Pujangga Diraja.(*)

Tombol Google News

Tags:

Fadli Zon Menteri Kebudayaan Prabowo Subianto Gerindra Kebudayaan Indonesia Minangkabau Payakumbuh sejarah sastra keris Kementerian Kebudayaan Jakarta Indonesia Berita Nasional Info Nasional