KETIK, TUBAN – Langkah besar pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur kembali bergulir. Sebanyak 256 siswa resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky beserta jajaran Forkopimda, instansi vertikal, hingga perwakilan kementerian tersebut menandai dimulainya tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah berasrama inisiasi Presiden Prabowo Subianto ini kini resmi menempati gedung permanen di Jalan Mondokan, Tuban setelah sebelumnya beroperasi sebagai sekolah rintisan di BLK Tuban dengan nama Sekolah Rakyat Terintegrasi 18.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky atau Mas Lindra, menegaskan bahwa seluruh operasional dan kebutuhan harian peserta didik ditanggung penuh oleh negara alias gratis 100 persen.
Baca Juga:
Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tuban, Khofifah Bakar Semangat Siswa: Jangan Takut Bermimpi!"Semuanya ditanggung oleh negara. Mulai dari apa yang mereka kenakan, seragam, perlengkapan, sampai konsumsi sehari tiga kali plus snack. Artinya, Bapak Presiden bukan hanya meningkatkan pendidikan, tetapi juga memperhatikan dan memperbaiki gizi para siswa," ujar Mas Lindra saat pembukaan.
Mas Lindra menilai, hadirnya pelajar dari lintas daerah ini menjadi ruang pembauran kebudayaan menuju Generasi Emas 2045.
"Yang paling penting di sini mencerminkan 'Nusantara'-nya. Bagaimana semua siswa membaur tanpa melihat latar belakang. Pilot project ini adalah solusi terbaik untuk mengasah potensi anak-anak," tambahnya.
Terkait keterlibatan unsur militer dan kepolisian, Mas Lindra menyebut hal tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk membentuk mental disiplin anak-anak di asrama.
Baca Juga:
Festival Mangrove Jatim ke-10 di Tuban, Khofifah: Menanam Mangrove Berarti Menjaga Masa Depan Bumi"Ada instruksi dari Bapak Presiden untuk berkolaborasi dengan Akmil dan Akpol guna membantu adik-adik dalam proses penyesuaian diri, khususnya terhadap kedisiplinan dan tata tertib asrama," pungkasnya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Vera Khairun Nissa, membeberkan rincian peserta didik yang terdaftar pada angkatan tahun ini total 256 siswa berasal Tuban 196 siswa terdiri 16 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Sedangkan, Siswa lintas Daerah Bojonegoro terdapat 60 siswa jenjang SMA bergabung untuk menempuh pendidikan selama satu tahun ke depan.
Rangkaian MPLS dijadwalkan berlangsung hingga 25 Agustus 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan program matrikulasi sebelum pembelajaran reguler dimulai pada 31 Agustus 2026.
Dimulai Fase Pra - MPLS tanggal 31 Juli - 2 Agustus 2026 pembekalan awal dan cek kesehatan gratis, Fase Kesamaptaan dan penguatan karakter siswa dibekali kedisiplinan, materi bela negara, kemandirian, dan wawasan kebangsaan.
Fase ini melibatkan unsur TNI serta program Bakti Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol). Lalu, Frase Pengenalan Akademik dan fase Penutupan.(*)