KETIK, LEBAK – Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak, Ni'matullah, memastikan pasokan air baku untuk kebutuhan pelanggan hingga saat ini masih dalam kondisi aman meskipun musim kemarau mulai berdampak pada penurunan debit air di sejumlah sungai.

Hal tersebut disampaikan Ni'matullah saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 31 Juli 2026, terkait kondisi ketersediaan air baku di wilayah pelayanan Perumdam Tirta Kalimaya.

"Alhamdulillah, pasokan air baku hingga saat ini masih aman. Secara umum kebutuhan air baku masih mencukupi untuk melayani pelanggan Perumdam Tirta Kalimaya," kata Ni'matullah.

Meski demikian, ia mengakui bahwa di beberapa titik sumber air baku mulai mengalami penyusutan debit akibat musim kemarau. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Kalimaya telah melakukan berbagai langkah teknis agar distribusi air kepada masyarakat tetap berjalan normal.

"Memang ada beberapa lokasi yang debit air sungainya mulai surut. Namun kondisi itu sudah kami antisipasi dengan membendung air baku di sekitar saluran intake, sehingga ketersediaan air tetap dapat mencukupi kebutuhan produksi dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Baca Juga:
Alun-alun Rangkasbitung Terus Ditata, Taman Baru dan Toilet Umum Dibangun

Menurutnya, langkah antisipasi tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kontinuitas pasokan air bersih selama musim kemarau berlangsung. 

Pihaknya juga terus memantau perkembangan debit air di setiap sumber air baku agar dapat mengambil tindakan cepat apabila terjadi penurunan yang lebih signifikan.

Selain melakukan upaya teknis di lapangan, Ni'matullah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijaksana selama musim kemarau.

"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelanggan Perumdam Tirta Kalimaya, agar menggunakan air secara hemat dan sesuai kebutuhan. Dengan penggunaan air yang bijak, ketersediaan air bersih dapat tetap terjaga sehingga pelayanan kepada seluruh pelanggan bisa berlangsung dengan baik selama musim kemarau," pungkasnya(*).

Baca Juga:
97 Dusun Terancam Krisis Air Bersih, Kenapa Pacitan Belum Tetapkan Status Darurat?