KETIK, PACITAN – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dilaksanakan di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, terbukti memberikan manfaat nyata bagi warga.
Diresmikan pada November 2024 lalu, infrastruktur air bersih tersebut kini menjadi sumber vital bagi ratusan warga, terutama saat musim kemarau.
Sekretaris Desa Kasihan, Sunarno, menjelaskan bahwa proyek Pamsimas ini menggantikan jaringan air lama dengan sistem yang lebih optimal.
"Jaringan baru ini mampu melayani dua dusun sekaligus, yakni Klitik dan Glagahombo, masing-masing dari dua sumber berbeda," ujar Sunarno kepada Ketik.co.id, Rabu, 16 April 2025.
Ia merinci, Dusun Klitik menggunakan sumber air dari Mojo, sedangkan Glagahombo memanfaatkan aliran dari Kali Tengah.
Baca Juga:
MBG untuk Bumil-Balita Belum Merata, Pacitan Minta BGN Tambah Dapur SPPG di Wilayah 3TPenggunaannya dibagi sesuai elevasi wilayah. "Klitik untuk bagian atas, dan Kali Tengah untuk bagian bawah," imbuhnya.
Kini, lebih dari 200 rumah tangga di Desa Kasihan telah menjadi pelanggan tetap.
Selama tahap percobaan ini, oleh pengelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tirta Karya Desa Kasihan warga dikenakan tarif terjangkau sebesar Rp7.500 per meter kubik.
Baca Juga:
2.121 Unit BSPS Pacitan 2026 Mulai Dibangun, Masuki Tahap Distribusi Material“Warga bahkan lebih memilih menggunakan jaringan berbayar ini karena kualitas airnya bagus, tekanan stabil, dan perawatannya minim. Paralon yang digunakan juga HDPE, jadi sambungannya sedikit dan lebih tahan lama,” jelas Sunarno.
Keberhasilan proyek ini bahkan mendorong lahirnya inisiatif baru di desa tersebut.
“Malah di lokasi lain mau dicarikan sumber lagi, untuk diajukan pembangunan Pamsimas baru,” ujar Perangkat Desa Kasihan, Fandi.
Ia menambahkan, meski saat musim hujan warga masih bisa memanfaatkan jaringan lama secara gratis, namun saat musim kemarau, jaringan Pamsimas menjadi andalan utama.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kini warga di Desa Kasihan bisa menikmati air bersih langsung di rumah tanpa khawatir kehabisan pasokan, meskipun musim kemarau datang," ungkap Fandi.
Pemerintah Desa Kasihan pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait yang telah menghadirkan program Pamsimas di desa mereka.
“Berkat program ini, kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi dengan lebih layak dan berkelanjutan. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan menjangkau wilayah lainnya,” tutup Sunarno.