KETIK, JOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menilai penyelenggaraan Muktamar NU 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memiliki makna historis dan spiritual yang sangat kuat bagi warga Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, penunjukan Tambakberas sebagai tuan rumah bukan sekadar keputusan organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar mengembalikan Muktamar NU ke tempat yang lekat dengan sejarah para pendiri NU.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Minggu 12 Juli 2026.
Kehadirannya disambut keluarga besar pesantren dan dzuriyah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Wahab Chasbullah.
Gus Yahya mengaku bersyukur sekaligus bahagia karena harapan warga Nahdliyin untuk menggelar Muktamar NU di Tambakberas akhirnya terwujud.
Baca Juga:
Manfaatkan Kesempatan Muktamar NU di Jombang, Harga Hotel hingga Sewa Rumah Naik"Secara pribadi saya sangat bahagia. Penetapan Pondok Pesantren Tambakberas Jombang sebagai lokasi Muktamar menjadi harapan besar warga Nahdliyin," ujarnya.
Menurutnya, banyak warga NU sejak lama menginginkan forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut kembali digelar di lingkungan pesantren yang memiliki hubungan erat dengan sejarah lahirnya Nahdlatul Ulama.
Ia menegaskan, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memiliki posisi istimewa dalam perjalanan NU karena menjadi pusat perjuangan KH Wahab Chasbullah, salah satu muassis atau pendiri utama Nahdlatul Ulama.
"Tambakberas bukan hanya tempat penyelenggaraan Muktamar NU, tetapi juga bagian dari sejarah besar perjuangan para pendiri Nahdlatul Ulama. Karena itu nilai sejarah dan keberkahannya sangat besar," katanya.
Baca Juga:
Ruh Shalawat dan Ya Lal Wathan di Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Jombang, Merawat Spirit Para MuassisGus Yahya berharap Muktamar NU 2026 di Jombang tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan bagi organisasi, bangsa, dan dunia.
"Semoga Muktamar nanti berjalan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, membawa kemaslahatan bagi NU, bangsa Indonesia, agama, dan kemanusiaan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menjelaskan alasan dirinya baru dapat berkunjung ke Tambakberas. Sebelumnya, ia telah menjadwalkan silaturahmi pada Kamis, namun harus menundanya karena mendapat tugas mendadak mendampingi delegasi resmi Pemerintah Indonesia ke Iran.
Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI menghadiri penghormatan terakhir kepada Ayatullah Ali Khamenei di Mashhad, Iran.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Menurut Gus Yahya, Indonesia menyampaikan pesan perdamaian sekaligus belasungkawa atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia.
Ia juga menyampaikan duka cita atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama serta menjelaskan bahwa warga NU sejak awal konflik rutin menggelar doa bersama dan istigasah untuk perdamaian dunia.
"Pesan perdamaian yang kami sampaikan mendapat sambutan baik dari pemerintah Iran," ujarnya.
Menutup keterangannya, Gus Yahya berharap semangat perdamaian dan persatuan juga menjadi ruh penyelenggaraan Muktamar NU 2026 di Tambakberas Jombang.
"Kita berharap Muktamar NU 2026 di Tambakberas mampu melahirkan berbagai keputusan strategis yang relevan menghadapi tantangan global serta memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama bagi bangsa, umat, dan kemanusiaan," pungkasnya.(*)