KETIK, BATU – Pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Gani, Kota Batu, mulai memasuki tahap pengerjaan dengan mobilisasi alat berat. Untuk mendukung percepatan proyek, akses di sejumlah titik Jalan Abdul Gani akan ditutup sementara pada malam hari.
Penutupan tersebut merupakan bagian dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur melalui Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026. Area yang terdampak berada di sekitar Gani V, Gang 2, dan Gang 3.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan pihaknya telah melakukan pemberitahuan terkait pengerjaan tersebut. Mobilisasi alat berat dilakukan setelah tahapan pembersihan di lokasi.
“Jalan Abdul Gani ini sebenarnya sudah kami koordinasikan sejak 31 Juli. Kemarin masih dilakukan pembersihan dan sebagainya. Kami sudah menginformasikan, sehingga mulai Rabu malam kami melakukan penutupan untuk pekerjaan karena alat berat sudah datang,” ujarnya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, pekerjaan sengaja dilaksanakan pada malam hari karena kondisi lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat pada pagi hingga siang hari. Terlebih, Jalan Hasanuddin juga sedang dalam kondisi tertutup.
Baca Juga:
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Batu, Cak Nur-Mas Heli Simak Arah Kebijakan NasionalPekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB setiap hari.
“Kenapa kami kerjanya malam? Karena di situ cukup padat dan banyak kemacetan kalau pagi. Sementara Jalan Hasanuddin sudah ditutup. Maka, pekerjaan dimulai pukul 20.00 sampai 04.00 WIB setiap hari,” jelasnya.
Esty menjelaskan, pengerjaan menggunakan alat berat, termasuk ekskavator. Sejumlah bagian samping jalan telah mulai digali untuk mendukung pekerjaan pembangunan pedestrian.
Pihak DPUPR memilih waktu malam untuk mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat.
Baca Juga:
Kabar Baik Warga Batu! Pemkot Bebaskan Denda 5 Pajak Daerah, Buruan Sebelum 31 AgustusSebab, jika alat berat beroperasi pada siang hari, kondisi lalu lintas dikhawatirkan semakin padat karena sebagian badan jalan akan digunakan untuk aktivitas proyek.
“Beberapa bagian sudah digali semua. Itu menggunakan alat berat, semuanya menggunakan ekskavator. Kami mengantisipasi agar kenyamanan tetap terjaga meskipun pasti ada gangguan. Kami berupaya meminimalkannya,” katanya.
“Kalau kami bekerja pagi, pasti akan lebih padat lagi. Apalagi kalau alat berat sudah datang dan memenuhi separuh jalan. Jadi, pekerjaan kami lakukan malam hari,” lanjut Esty.
Penutupan sementara Jalan Abdul Gani dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 04.00 WIB. Penutupan digunakan untuk mendukung mobilisasi alat berat sekaligus mempercepat pengerjaan proyek pedestrian.
Pembangunan pedestrian tersebut diperkirakan berlangsung selama periode Agustus hingga Desember 2026.
Selama penutupan, arus lalu lintas akan dialihkan melalui sejumlah rute alternatif, yakni:
- Jalan Sultan Agung - Jalan Moch Sahar.
- Jalan WR Supratman - Jalan Sudarno.
- Jalan Suropati - Jalan Mustari.
Pemerintah Kota Batu menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung. (*)