KETIK, BATU – Hari pertama masuk Sekolah Dasar (SD) menjadi momen krusial yang menuntut perhatian penuh orang tua, tak terkecuali bagi mereka yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Memanfaatkan kebijakan kelonggaran waktu yang berlaku, Linda yang merupakan ASN di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Disnakertrans Provinsi Jatim memilih untuk mendampingi sang buah hatinya bersekolah di SD Immanuel Kota Batu.

Menurut Linda, transisi dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) ke SD memerlukan adaptasi yang matang. Oleh karena itu, kehadiran orang tua di hari pertama masuk sekolah dinilai sangat penting untuk memberikan dorongan semangat moral bagi anak. 

Guru SD Immanuel Kota Batu saat memberikan permainan interaktif kepada siswa baru kelas satu di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026 (Foto : Kukuh / Ketik)

"Tentunya ini harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin, karena ini juga peralihan anak saya dari TK masuk ke SD. Sehingga, pendampingan di hari pertama ini sangat penting untuk menguatkan mentalnya," ujarnya kepada Ketik.com, Senin, 13 Juli 2026. 

Baca Juga:
HiLo Strong Fest 2026 Hadirkan Festival Workout di 14 Kota untuk Ajak Masyarakat #NabungOtot

Dengan adanya kehadiran orang tua secara langsung, juga menjadi bentuk dukungan nyata agar sang anak merasa aman dan bersemangat memulai fase pendidikan barunya. 

"Jadi, biar anak merasa bahwa orang tuanya mensupport penuh pada saat hari pertama masuk SD," tambahnya. 

Sebagai informasi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengimbau instansi pemerintah untuk bisa memberikan fleksibilitas kerja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak mereka di hari pertama sekolah.

Imbauan ini tertuang dalam surat Menteri PANRB nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat, 10 Juli 2026 dengan mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah. 

Baca Juga:
Bupati KDS Pastikan Penataan OPD Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Sekadar Tambah Struktur

Berkat pendampingan tersebut, sang anak menyambut hari pertama masuk sekolah dengan penuh antusias. Apalagi, momen ini menjadi awal mula bersekolah kembali setelah melewati libur panjang. 

"Pasti ceria dan senang sekali, karena bisa didampingi sama orang tuanya. Apalagi setelah momen libur panjang dan diantar oleh orang tua di hari pertama, pastinya anak makin semangat bersekolah," ungkapnya.

Meski mendapat kelonggaran waktu, namun Linda mengaku tetap menjaga profesionalitas dalam bekerja. Usai anaknya masuk kelas dan telah mendapat teman, ia pun langsung berangkat menuju ke tempat kerjanya di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. 

"Iya, setelah dari sini saya langsung berangkat menuju ke tempat kerja," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Immanuel, Rina Setyowati mengungkapkan, bahwa tahun ini tercatat ada sebanyak 60 siswa baru yang terbagi ke dalam tiga kelas. Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung satu minggu, pihaknya memberikan kelonggaran bagi orang tua untuk mendampingi anak. 

"Selama masa MPLS, kami masih memperbolehkan orang tua mendampingi selama satu minggu bagi anaknya yang memang belum bisa ditinggal. Tetapi kalau anaknya sudah mandiri, maka orang tua bisa melepasnya di hari kedua," terangnya. 

Ia menilai, kehadiran orang tua di hari pertama ini dinilai sangat krusial. Karena anak lebih ceria dan lebih bersemangat masuk sekolah dan ini menjadi modal penting bagi kesiapan belajar.

Uniknya lagi, berbeda dengan kebiasaan dimana orang tua kerap berebut kursi untuk anaknya, SD Immanuel justru memberikan kebebasan penuh kepada para siswa baru untuk memilih tempat duduk sendiri. 

"Pemilihan tempat duduk sengaja kami serahkan kepada anak-anak karena punya kesenangan tersendiri, seperti ada yang mau duduk di depan dan ada yang duduk di belakang. Nantinya setelah proses belajar mengajar sudah aktif sepenuhnya, posisi tempat duduk akan kami tata dan rolling secara berkala," jelasnya. 

Guna mencairkan suasana di hari pertama, pihak sekolah sengaja belum memberikan materi pelajaran terlalu berat dan lebih banyak berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah serta kolaborasi kelompok antar siswa. 

"Para siswa baru kelas 1 kami sambut dengan berbagai permainan edukatif dengan tema 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat. Hal serupa akan berlanjut pada hari kedua dengan kegiatan senam serta mewarnai yang tetap mengusung tema penguatan karakter tersebut," tandasnya. (*)