KETIK, TULUNGAGUNG – Peta perfilman dan industri kreatif di Kabupaten Tulungagung terus menunjukkan tren positif. Guna mewadahi sekaligus mengasah bakat-bakat muda, komunitas Cipta Karya Layar (CIKAL) menggelar Workshop Kreatif Produksi Film di Lotus Garden, Kecamatan Kedungwaru, Sabtu pagi 16 Mei 2026.

Acara ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar, Jairi Irawan, S.Hum., M.KP., jajaran narasumber berkompeten di dunia perfilman, Ketua Workshop CIKAL beserta tim, serta puluhan peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa se-Kabupaten Tulungagung.

Muara Kreativitas Dari Workshop Menuju Festival Film

Ketua Workshop CIKAL, Bambang Wijanarko, memaparkan kepada awak media bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teori semata. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pendampingan praktis yang berkesinambungan bagi para peserta.

"Hari ini kami fokus pada workshop produksi film. Besok, seluruh peserta yang telah dibagi ke dalam 10 kelompok akan langsung melakukan screening film hasil karya mereka di sini," ujar Bambang di hadapan awak media.

Baca Juga:
Razia Miras, Tim Gabungan Sasar Kafe dan Tempat Hiburan Malam di Tulungagung

Ia menambahkan, hasil dari screening tersebut akan dievaluasi dan diberikan apresiasi berupa penghargaan bagi karya-karya terbaik. 

CIKAL berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik lahirnya sineas-sineas muda baru yang siap meramaikan industri kreatif di Tulungagung.

Komitmen Golkar Jatim Bangun Ekosistem Film Lokal

Senada dengan hal itu, Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, S.Hum., M.KP., menegaskan dukungan penuhnya terhadap ruang kreasi anak muda Tulungagung. Menurutnya, potensi lokal bidang perfilman sangat subur dan membutuhkan ruang berkembang.

Baca Juga:
Transparansi Jadi Kunci, BUMDes Joho Bersinar di Tulungagung Gelar Musdes LPJ Tahun Buku 2025

"Saat ini industri kreatif kita sedang bagus-bagusnya, dan negara pun terus mendorong hal itu. Kami dari Golkar bekerja sama dengan komunitas film dan Stand Up Indo Tulungagung mencoba menjabarkan ini agar anak-anak muda kita bisa aktif berkarya," kata Jairi.

Lebih lanjut, Jairi menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pembiayaan workshop saja. Target jangka panjangnya adalah membangun sebuah ekosistem perfilman yang mandiri dan berkelanjutan di Tulungagung.

"Kami memberikan full backup pendanaan untuk workshop ini. Ke depan, setelah workshop besar ini, kami ingin ada tindak lanjut berupa workshop yang lebih spesifik, seperti penulisan naskah, teknis pengambilan gambar, hingga penyutradaraan. Muaranya nanti kita persiapkan sebuah Festival Film Tulungagung, baik untuk kategori pelajar maupun umum. 

Kami juga akan mengomunikasikan hal ini dengan rekan-rekan di DPR RI agar ada kolaborasi kebijakan dan akses yang lebih luas," tegas politisi Golkar tersebut.

Melalui sinergi antara komunitas CIKAL, para sineas profesional, dan dukungan legislatif, kegiatan ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) lahirnya ekosistem industri kreatif yang sehat, mandiri, dan kompetitif di Kabupaten Tulungagung kedepan. (*)