KETIK, LEBAK – PT Lebak Niaga Perseroda, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lebak, terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui peningkatan kapasitas produksi beras dan perluasan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak.

Direktur PT Lebak Niaga Perseroda, Ilham Akbar, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya sejak awal dibangun sebagai BUMD yang berorientasi pada bisnis riil, bukan sekadar menjadi perantara proyek.

"Bisnis kami jelas. Kami bergerak di sektor riil dengan produk yang nyata. Kami bukan sekadar berorientasi sebagai perantara proyek, melainkan fokus menjalankan usaha di sektor riil. Alhamdulillah, meskipun masih jauh dari kata sempurna, kami terus berjalan ke arah yang lebih baik," kata Ilham Akbar kepada wartawan, Jum'at 31 Juli 2026.

Menurutnya, PT Lebak Niaga saat ini tengah membangun sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk membuka akses pembiayaan melalui bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah tersebut dilakukan guna mendukung pengembangan kapasitas produksi perusahaan.

"Beberapa waktu lalu kami mengikuti kegiatan bersama OJK. Selanjutnya, pada 3 Agustus kami akan melakukan pertemuan lanjutan dengan OJK dan bank-bank pemerintah untuk menjajaki kerja sama pembiayaan. Kami berharap OJK dapat memfasilitasi kerja sama tersebut agar kami memperoleh dukungan pendanaan untuk meningkatkan kapasitas produksi," ujarnya.

Baca Juga:
Alun-alun Rangkasbitung Terus Ditata, Taman Baru dan Toilet Umum Dibangun

Selain menjalin komunikasi dengan sektor perbankan, PT Lebak Niaga juga mulai memperluas kerja sama antardaerah. Salah satu yang sedang dijajaki adalah kerja sama penyediaan beras dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Ilham menjelaskan bahwa peluang kerja sama dengan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten sebenarnya terbuka lebar. Namun, perusahaan memilih untuk mengukur kemampuan produksi terlebih dahulu agar dapat memenuhi setiap komitmen pasokan.

"Kerja sama antardaerah sangat terbuka. Tetapi kami harus realistis melihat kapasitas produksi yang kami miliki saat ini. Jangan sampai kami menerima banyak permintaan, tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar," katanya.

Saat ini, kapasitas Rice Milling Unit (RMU) milik PT Lebak Niaga berada pada kisaran 15 hingga 20 ton beras per hari. Kapasitas tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak.

Baca Juga:
Jelang HUT RI ke-81, Pedagang Bendera di Rangkasbitung Mulai Ramai Berjualan, Penjualan Masih Lesu

"Dengan kapasitas produksi yang kami miliki sekarang, kontribusi kami terhadap kebutuhan beras di Kabupaten Lebak baru sekitar enam persen. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lebak saja kami masih kekurangan, sehingga tentu belum memungkinkan memasok dalam jumlah besar ke daerah lain tanpa adanya penambahan kapasitas produksi," jelas Ilham.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas produksi menjadi kebutuhan mendesak agar perusahaan dapat menjawab tingginya permintaan pasar. 

Menurutnya, hampir seluruh hasil produksi yang dihasilkan PT Lebak Niaga selalu terserap pasar.

"Hampir seluruh stok yang kami produksi selalu habis terjual. Permintaan pasar sebenarnya sudah ada. Yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana kami meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan tersebut," katanya.

Ilham juga membandingkan kapasitas produksi PT Lebak Niaga dengan perusahaan penggilingan beras berskala nasional. 

Menurutnya, terdapat perusahaan yang mampu memproduksi hingga 500 ton per hari, sementara PT Lebak Niaga masih berada di kisaran 20 ton per hari.

"Kalau bicara potensi pasar, kami optimistis mampu menjual hingga ratusan ton beras per hari. Beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Persoalannya bukan pada pasar, tetapi pada kemampuan produksi yang harus terus kami tingkatkan," ujarnya.

Dalam waktu dekat, PT Lebak Niaga juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Food Station untuk membahas peluang kerja sama pemasaran beras.

Di sisi lain, Ilham menegaskan bahwa tujuan utama perusahaan bukan semata-mata mengejar keuntungan, melainkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Lebak melalui penyediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

"Visi kami adalah menghadirkan beras premium dengan harga serendah-rendahnya bagi masyarakat Lebak. Ketika biaya produksi dapat kami tekan, maka harga jual kepada masyarakat juga akan terus kami turunkan. Kami ingin masyarakat mendapatkan beras berkualitas premium dengan harga yang terjangkau," tuturnya.

Ia berharap dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat mempercepat pengembangan PT Lebak Niaga sehingga mampu meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan daerah.

"Kami menyadari masih memiliki banyak keterbatasan. Namun kami akan terus berupaya berkembang agar PT Lebak Niaga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Lebak," pungkasnya.(*)