KETIK, SLEMAN – Kinerja pengelolaan sarana dan prasarana publik di lingkungan Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman menuai sorotan tajam.
Fasilitas toilet umum di area depan (pos satpam) kantor instansi yang membidangi kenyamanan dan kebersihan pariwisata ini justru terkesan dibiarkan rusak, mampet, dan tidak layak pakai.
Kondisi ini memicu kritik publik terkait kaku dan lambatnya respons dinas dalam menangani masalah teknis mendasar. Padahal toilet tersebut berada di garis depan pelayanan kantor.
Menanggapi keluhan yang mencuat, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, menyampaikan klarifikasi yang diteruskan dari Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman, Erny Maryatun. Dirinya berdalih bahwa anggaran pemeliharaan toilet menyatu dengan pos pemeliharaan gedung secara keseluruhan.
Dari total alokasi anggaran pemeliharaan gedung sebesar Rp64 juta pada tahun berjalan, pihaknya mencatat telah menyerap dana hingga Rp40 juta per Agustus 2026. Saat ini, anggaran yang tersisa hanya sebesar Rp24 juta.
Baca Juga:
Toilet Rusak di Dispar Sleman Tak Kunjung Diperbaiki, Pengamat: Sanitasi Layak adalah Hak Dasar Layanan Publik"Terkait WC yang rusak, kita sudah melakukan pemeliharaan berupa penyedotan tinja oleh DLH. Namun ternyata kotoran masih tetap kembali (mbalik)," ujar Edy Winarya meneruskan keterangan Erny Maryatun, Rabu 9 September 2026.
Kegagalan penanganan awal tersebut mengungkap fakta lain terkait buruknya perencanaan fasilitas sejak awal. Berdasarkan keterangan tukang di lapangan, saluran pembuangan toilet tersebut dibuat berbelok-belok. Sehingga memicu penyumbatan berulang.
Meskipun dana Rp40 juta telah terserap sebagian besar hingga pertengahan tahun, perbaikan permanen untuk fasilitas sanitasi dasar ini justru baru masuk tahap perencanaan.
"Atas kondisi ini, saat ini dalam proses perencanaan rehabilitasi. Rencana perbaikan WC satpam akan mempergunakan sebagian dari sisa Rp24 juta tersebut," lanjutnya.
Baca Juga:
Fasilitas Toilet di Dinas Pariwisata Sleman Rusak dan Belum Diperbaiki MaksimalSikap dinas yang baru melakukan proses perencanaan setelah fasilitas mengalami kerusakan parah dan menuai kritik mengindikasikan lemahnya manajemen pemeliharaan berkala (preventive maintenance).
Publik kini menunggu realisasi janji perbaikan tersebut agar anggaran publik yang tersisa benar-benar berdampak nyata pada kelayakan pelayanan di Kantor Dinas Pariwisata Sleman. (*)