KETIK, MALANG – Fakultas Teknik Kimia Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat dengan pelatihan "Pembuatan Pakan Ikan Air Tawar" bersama masyarakat RT 18 RW XI Kelurahan Merjosari pada Minggu, 8 November 2026 di Area Taman Toga RT 18.

Program pengabdian masyarakat ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik Kimia UB semester 5, yakni Aza Quina Universalita, Salwalinda Rosanti, Nabila Ardan, Muhammad Zaki Maulana, Louis Hayden Wong, dan Muhammad Naufal Aulia.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu program pengabdian masyarakat yang dianjurkan oleh kampus. Sejalan dengan Program Kampung Iklim (Proklim), RT 18 RW XI Kelurahan Merjosari telah tiga kali menjadi tempat berbagi ilmu mahasiswa UB. 

Tak hanya dari Kelurahan Merjosari, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari RW 10 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun. 

Mahasiswa Fakultas Teknik Kimia memberikan pelatihan tentang pembuatan pangan ikan air tawar kepada masyarakat RT 18 RW XI Kelurahan Merjosari. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baca Juga:
Mahasiswa Teknik Kimia UB Ciptakan Pakan Ikan Apung Berbasis Limbah Organik dan Toga

Mujianto Aji, S.E., Ketua RT 18 RW 11 Kelurahan Merjosari, mengungkapkan bahwa pemberdayaan proklim dilakukan dengan kolaborasi antara dua RW di Villa Bukit Tidar.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini juga menjadi salah satu kegiatan proklim yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan melalui produksi ikan.

Ia menuturka masyarakat RT 18 RW XI Kelurahan Merjosari sedikit kewalahan dengan harga pakan ikan yang terlalu mahal. Dengan pelatihan bersama mahasiswa UB, masyarakat bisa sedikit terbantu dengan pakan organik yang lebih murah. 

"Kalau pakan ikan perkilonya yang dari pabrikan itu Rp15.000-Rp18.000 tadi dengan dibuatkan mesin buat sendiri maksimal sampai Rp12.600 perkilonya perbandingannya," ujar Mujianto.

Baca Juga:
Bagi Regen Abdul Aris, Pengabdian Tak Hanya Lewat Jabatan, tapi Kepedulian Nyata

Mujianto juga menyampaikan bahwa profit dari pengolahan pangan ikan organik ini akan masuk dalam kas RT maupun RW di Kelurahan Merjosari. 

Dosen pembimbing Fakultas Teknik Kimia UB, A.S. Dwi Saptati Nur Hidayati, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pakan organik ini mengandung bahan aditif bernutrisi tinggi bagi ikan. Dengan demikian, pertumbuhan ikan menjadi lebih besar dengan kandungan gizi yang lebih banyak.

Masyarakat bisa menggunakan limbah organik toga atau sisa makanan untuk membuat pakan ikan air tawar. Kegiatan ini juga dapat menjadi pengalaman nyata yang bernilai dan berkesan.

"Harapannya kalau bikin sendiri tentunya mereka bisa lebih mudah untuk dapat pakan. Kemudian dengan biaya yang lebih murah harapannya seperti itu," ungkap Dwi Saptati.

"Kemudian bisa menggunakan limbah organik dan toga yang memang sudah tersedia di lingkungan sekitar bisa dimanfaatkan. Bagi teman-teman mahasiswa harapannya ini bisa menjadi salah satu pengalaman nyata," pungkasnya.(*)