KETIK, BREBES – Rumor RSUD Brebes menolak pasien karena overload dibantah pihak rumah sakit.

Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian &  Mutu, dr. Aries Suparmiati Sp.A menegaskan tidak ada penolakan pasien dan semua pasien tetap dilayani. Ia menyebut tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) saat ini sekitar 75 persen, masih dalam batas aman.

"Total kapasitas kami 300 lebih tempat tidur, terdiri dari tempat tidur rawat inap dan tempat tidur di IGD. Jadi tidak benar kami menolak pasien," ujar Aries, Senin 5 Oktober 2026.

Aries mengakui IGD sempat mengalami kepadatan. Pada hari ini, IGD menampung 55 pasien, melebihi kapasitas normal tempat tidur. Kondisi tersebut yang kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat.

"Ketika IGD penuh, pasien yang datang kami beri informasi untuk mencari perawatan di rumah sakit lain. Atau pasien bisa memilih menunggu hingga tempat tidur tersedia. Proses penerimaan kadang tertunda karena proses pemulangan pasien lain, termasuk penyiapan obat," jelasnya.

Baca Juga:
Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang, Suryamotoriders Bagikan Masker Gratis

Lonjakan pasien terjadi sejak akhir September dan diprediksi bertahan hingga akhir tahun.

Selain siklus tahunan menjelang musim hujan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) naik sekitar 30 persen. Meski begitu kasus rutin dan bedah tetap berjalan normal.

Aries menilai, ISPA dipicu abu vulkanik dan musim kemarau yang masih berlangsung. Gejala dominan demam, batuk, dan pilek, serta mudah menular. Kelompok rentan adalah balita, anak-anak, dan lansia. Pada anak, gejala bisa berupa nafsu makan menurun dan lesu.

"Kekhawatiran orang tua membuat mereka langsung membawa anak ke rumah sakit, sehingga ikut menambah kepadatan. Padahal pemulihan cepat, rata-rata pasien bisa pulang setelah tiga hari. Tidak ada kasus berat seperti saat Covid," ujarnya.

Baca Juga:
Kasus ISPA dan Flu Meningkat, Angka Rawat Inap Sejumlah Puskesmas di Tulungagung Melonjak

Pihak RSUD mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap menerapkan pencegahan: banyak minum cairan, istirahat cukup, makan bergizi, cuci tangan rutin, etika batuk, dan memakai masker.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika sakit, dan untuk kegawatdaruratan tetap datang langsung ke IGD. (*)