KETIK, BANGKALAN – Tidak banyak yang menyangka bahwa sosok yang dulu akrab membawa buku catatan, kamera, dan mengejar narasumber dari satu peristiwa ke peristiwa lain, kini dikenal sebagai salah satu pengusaha di sektor minyak.
Itulah perjalanan hidup Agus Salim, mantan wartawan di Kabupaten Bangkalan yang berhasil mengubah arah hidupnya dari kuli tinta menjadi juragan minyak goreng.
Di kalangan jurnalis Bangkalan, nama Agus Salim bukanlah orang baru. Ia pernah merasakan kerasnya dunia jurnalistik lokal, meliput berbagai peristiwa, mulai dari politik, pemerintahan, hukum, hingga dinamika sosial masyarakat Madura.
Penghasilannya saat itu tidak selalu besar, tetapi profesi wartawan telah membentuk karakter, jaringan, dan keberaniannya mengambil keputusan.
“Dulu yang dikejar adalah deadline. Sekarang yang dikejar adalah peluang usaha,” ujar Rusdi salah seorang rekan lama yang mengenal perjalanan karier Agus Salim. Kamis 6 Agustus 2026.
Baca Juga:
Telur Ceplok vs Telur Dadar, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli GiziPerubahan besar dalam hidupnya dimulai ketika ia memutuskan mencoba peruntungan di sektor perdagangan minyak goreng. Keputusan itu sempat dianggap berisiko, karena dihawatirkan menganggu profesi jurnalisnya yang telah lama digelutinya.
Dengan memanfaatkan pengalaman, relasi, dan pemahamannya terhadap dinamika lapangan, ia mulai membangun usaha secara bertahap. Dari skala kecil, bisnisnya berkembang hingga dikenal luas di kalangan pelaku usaha minyak goreng.
Kesuksesan itu tidak datang secara instan. Ia pernah menghadapi naik turunnya harga, tantangan distribusi, hingga persaingan usaha yang ketat. Tetapi, ketekunan dan keberanian mengambil peluang menjadi modal utama yang membawanya bertahan.
Kini, Agus Salim lebih sering berada di lokasi usaha daripada ruang redaksi. Armada distribusi, jaringan bisnis, dan aktivitas perdagangan minyak menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Meski demikian, banyak rekan wartawan menilai ia tidak pernah melupakan asal-usulnya.
Baca Juga:
Peringati Tahun Baru Islam, Resto Nusantara Kesesi Pekalongan Gelar Jalan Sehat Berhadiah KambingPerjalanan Agus Salim menjadi bukti bahwa profesi wartawan dapat menjadi sekolah kehidupan. Dunia jurnalistik mengajarkan disiplin, komunikasi, membangun kepercayaan, dan membaca peluang. Nilai-nilai itulah yang kemudian ia bawa ke dunia usaha.
Di tengah banyaknya kisah tentang sulitnya mencari pekerjaan, cerita Agus Salim menghadirkan sudut pandang berbeda. Bahwa keberhasilan sering kali lahir dari keberanian mengambil langkah baru, meski harus meninggalkan zona nyaman.
Dari seorang wartawan daerah yang terbiasa menulis berita, Agus Salim kini menulis babak baru kehidupannya sebagai pengusaha. Jalannya memang licin selicin minyak goreng, penuh tantangan, tetapi justru di jalur itulah ia menemukan kesuksesan.
Bagi banyak orang di Bangkalan, kisah Agus Salim bukan sekadar cerita tentang perubahan profesi. Ini adalah kisah tentang kerja keras, keberanian, dan keyakinan bahwa masa depan bisa dibangun dari titik awal yang sederhana.
Sementara itu, Ketua Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB), Eko Dian Wahyudi, organisasi tempat Agus Salim bernaung menyampaikan apresiasinya atas pencapaian yang diraih Agus Salim.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman sebagai wartawan dapat menjadi modal berharga untuk berkembang di berbagai bidang.
"Semoga perjalanan Agus Salim dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan wartawan maupun generasi muda bahwa kerja keras, integritas, dan keberanian mengambil peluang dapat membuka jalan menuju kesuksesan tanpa melupakan nilai-nilai yang telah dibangun sejak awal," ungkap Eko. (*)