KETIK, BATU – Berawal dari latihan intensif selama hampir satu tahun, tim E-Sport Polres Batu SDES RAPPZYY akhirnya memetik hasil manis. Mereka kini menjadi wakil Jawa Timur di ajang Kapolri Cup 2026 usai menaklukkan Polres Jember pada final Piala E-Sport Kapolda Jawa Timur 2026.
Kejuaraan itu berlangsung di Markas Polda Jawa Timur, Senin, 29 Juni 2026. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi Polres Batu dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Ketua Harian PB ESI Kota Batu, Fahresa Maulana, mengatakan keberhasilan SDES RAPPZYY bukanlah hasil yang diraih secara instan. Tim tersebut telah dibentuk sejak sekitar satu tahun lalu dan dihuni sejumlah atlet yang sebelumnya pernah memperkuat Kota Batu pada ajang Porprov Jawa Timur 2025.
“Tim ini sudah terbentuk sekitar satu tahun. Beberapa pemain juga merupakan atlet yang tampil pada Porprov Jawa Timur 2025,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.
Sebelum menjuarai Piala E-Sport Kapolda Jatim, SDES RAPPZYY telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat regional. Mereka beberapa kali menjadi juara dalam turnamen komunitas Malang Raya serta berhasil finis di peringkat keempat pada Porprov Jawa Timur 2025.
Baca Juga:
Ulang Tahun Heli Suyanto, Wali Kota Cak Nur: Terus Jadi Pribadi Hangat dan Dekat MasyarakatMenghadapi turnamen tingkat provinsi, tim menjalani persiapan secara intensif. Selain meningkatkan porsi latihan, para pemain juga mendapat pendampingan dari mantan pemain profesional Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID), Rennbu.
“Kami menjalani latihan secara intensif dan mendapatkan pembinaan langsung dari salah satu mantan pemain profesional MPL, Rennbu,” katanya.
Menurut Fahresa, lawan terberat yang dihadapi sepanjang turnamen berasal dari tim Polres Mojokerto dan Polres Jember. Kedua tim tersebut sudah beberapa kali berhadapan dengan SDES RAPPZYY pada Porprov maupun sejumlah kompetisi e-sports di Jawa Timur.
“Jember dan Mojokerto merupakan lawan yang sudah sering kami hadapi. Mereka selalu menjadi tim papan atas di berbagai turnamen e-sports Jawa Timur,” jelasnya.
Baca Juga:
Kado Manis Hari Bhayangkara! Tim Polres Batu Wakili Jawa Timur di Esports Kapolri CupKeberhasilan menyingkirkan tim Mojokerto di babak delapan besar menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri para pemain hingga akhirnya mampu mengalahkan Polres Jember pada partai final.
“Kunci kemenangan kami adalah mental dan keyakinan para pemain. Setelah berhasil mengalahkan Mojokerto yang dikenal sebagai tim kuat, kepercayaan diri anak-anak meningkat sehingga mereka tampil lebih tenang di final,” ungkap Fahresa.
Kini, fokus tim beralih ke persiapan menghadapi Kapolri Cup 2026. Namun, menurut Fahresa, strategi pembinaan akan mengikuti arahan dari Polda Jawa Timur dan ESI Jawa Timur karena status tim telah berubah menjadi wakil resmi provinsi.
“Untuk persiapan menuju Kapolri Cup, kami akan mengikuti arahan dari Polda dan ESI Jawa Timur karena saat ini para atlet sudah menjadi perwakilan resmi Jawa Timur,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya mengakui belum memiliki gambaran mengenai kekuatan peserta dari provinsi lain.
Fahresa berharap regulasi Kapolri Cup tetap melarang keterlibatan pemain profesional seperti yang diterapkan pada Piala Kapolda Jatim sehingga persaingan berlangsung lebih seimbang.
“Kami masih buta dengan kekuatan dari provinsi lain. Karena regulasi tidak membolehkan pemain pro player untuk terlibat di Kapolda cup kemarin. Semoga regulasi di Kapolri cup juga sama, jikalau begitu bisa jadi kekuatan antar provinsi dianggap setara” katanya.
Fahresa menilai keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Batu sekaligus hadiah spesial bagi Polres Batu dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.
“Tentu ini menjadi kado bagi Polres Batu, khususnya dalam peringatan Hari Bhayangkara,” pungkasnya. (*)