KETIK, MALANG – Pengamanan di sekitar Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang diperketat oleh ratusan personel gabungan pada Senin, 15 Juni 2026. Langkah antisipatif ini diambil untuk mengawal aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh aliansi mahasiswa.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin menyatakan bahwa penyiagaan personel ini bertujuan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

"Kami menyiagakan ratusan personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi. Fokus utama kami adalah memberikan ruang bagi adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara aman, sekaligus menjaga agar fasilitas publik dan ketertiban umum tetap terjaga," jelasnya. 

Ipda Lukman mengungkapkan, ratusan personel gabungan yang diterjunkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

"Ada 235 personel gabungan yang dikerahkan, terdiri dari Polresta Malang Kota 160 personel, Satpol PP 30 personel, Dishub 10 personel, Kodim 0833/Kota Malang 20 personel, Dinkes 10 personel dan petugas Damkar 5 personel," bebernya.

Baca Juga:
Bikin Lidah Bergoyang! Ini Rekomendasi 6 Warung Lalapan di Kota Malang yang Wajib Masuk Wishlist

Ratusan personel gabungan disiagakan di Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa, Senin, 15 Juni 2026. (Foto: Kukuh/Ketik)

Meski demikian, jumlah tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan eskalasi situasi di lapangan. Jika kondisi dinilai rawan, penebalan pasukan akan segera dilakukan.

"Kalau kondisinya menjadi rawan, maka seluruh personel Polresta Malang Kota akan dilibatkan semua," tambahnya. 

Ipda Lukman menekankan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa ini tetap mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati hak warga negara dalam bersuara.

Baca Juga:
Pemkot Malang Gelar Nobar, Siapa Jagoan Wali Kota Malang di Piala Dunia 2026?

"Sesuai arahan dari Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana untuk mengedepankan langkah edukatif, persuasif dan humanis dalam setiap tindakan di lapangan," pungkasnya. (*)