KETIK, PACITAN – Pelan tapi pasti, jumlah warga miskin di Kabupaten Pacitan terus menyusut. Kondisi ini terlihat dari semakin banyaknya keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhenti menjadi peserta atau graduasi dari bantuan program keluarga harapan (PKH) di Kota 1.001 Gua.
Terhitung, sejak 2023-2024, ada sebanyak 204 KPM yang lepas dari program tersebut per September tahun ini.
"Mungkin nanti masih ada tambahan mengingat 2024 belum sampai akhir tahun," ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pacitan, Luky Puspitosari, Senin, 30 September 2024.
KPM yang berhenti dari program PKH kebanyakan berasal dari graduasi alami, yakni berakhirnya masa kepesertaan KPM lantaran sudah tidak memenuhi kriteria. Di antaranya peserta KPM meninggal dunia, sudah lulus sekolah, dan lainnya.
KPM bisa mengajukan dengan kesadaran diri ataupun rekomendasi pendamping PKH jika sudah mampu atau sejahtera. Dinsos berharap KPM yang graduasi selalu meningkat setiap tahun.
Baca Juga:
MBG untuk Bumil-Balita Belum Merata, Pacitan Minta BGN Tambah Dapur SPPG di Wilayah 3TDengan begitu, jumlah masyarakat prasejahtera atau miskin dianggap turun. "Kami akan dorong agar jumlahnya selalu meningkat," imbuhnya.
Untuk mendorong KPM mandiri dan tidak lagi bergantung bantuan PKH, KPM graduasi mandiri sejahtera tersebut, semuanya mendapatkan program PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara).
"Itu semuanya yang terdata KPM graduasi dapat bantuan program PENA dari Kemensos," tandasnya.
Berikut rincian KPM graduasi mandiri per kecamatan:
Baca Juga:
2.121 Unit BSPS Pacitan 2026 Mulai Dibangun, Masuki Tahap Distribusi Material- Arjosari: 4
- Bandar: 36
- Kebonagung: 8
- Nawangan: 62
- Ngadirojo: 8
- Punung: 3
- Sudimoro: 8
- Tegalombo: 8
- Tulakan: 57
- Pacitan: 10.(*)