KETIK, ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon meminta seluruh jajaran mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana. Meski waktu pelaksanaan semakin terbatas, ia menegaskan kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas.
Safriadi Oyon menyampaikan hal tersebut setelah melakukan peninjauan lapangan bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR). Ia kemudian menggelar rapat tindak lanjut bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab), Kamis, 8 Oktober 2026.
Dalam rapat tersebut, Oyon mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengabaikan mutu pekerjaan meskipun pemerintah daerah harus mengejar target penyelesaian.
"Saya minta kita semua dalam melaksanakan rehab rekon konstruksi tetap mengutamakan kualitas atau pun mutu pekerjaan," kata Safriadi Oyon.
Menurut Oyon, pemerintah daerah hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang masih berjalan. Karena itu, ia meminta seluruh sumber daya dimaksimalkan untuk mengejar target.
"Waktu kita tinggal kurang lebih dua bulan lagi, sementara masih banyak pekerjaan fisik yang belum selesai. Karena itu, seluruh sumber daya yang ada harus kita maksimalkan,” tegasnya.
Oyon juga meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait memperkuat koordinasi selama proses pelaksanaan rehab-rekon. Ia menilai komunikasi lintas instansi dan sektor dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
"Silahkan bangun komunikasi antar instansi dan antar sektor. Kalau ada kendala, segera dicarikan solusinya. Kita harus bekerja cepat, tetapi tetap terukur dan menjaga kualitas pekerjaan,” ujarnya.
Selain mempercepat pekerjaan, Oyon meminta pekerjaan fisik yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang segera dimulai dan dituntaskan sesuai target.
"Saya ingin semua pekerjaan dapat selesai tepat waktu, terutama pekerjaan fisik yang membutuhkan waktu untuk pelaksanaan dan penyelesaiannya,” katanya.
Ia meminta seluruh jajaran tetap optimistis dan solid dalam menyelesaikan setiap tahapan rehab-rekon pascabencana. Menurutnya, percepatan pekerjaan harus berjalan seiring dengan pengawasan terhadap kualitas agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat. (*)
