KETIK, TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus mengakselerasi kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tidak menular (PTM). Melalui sinergi bersama Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI), Dinkes menggelar aksi senam bersama dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) massal pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di jantung kota ini dibuka langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan ratusan warga yang antusias memeriksakan kondisi fisik mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Desi Lusiana Wardhani, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa layanan ini merupakan langkah konkret Dinkes dalam melakukan deteksi dini terhadap penyakit yang kerap tidak disadari oleh masyarakat.
"Pemeriksaan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk edukasi langsung agar masyarakat memahami kondisi kesehatan mereka sejak dini," ucap dr. Desi disela-sela kegiatan.
"Dengan mengetahui risiko lebih awal, kita bisa mencegah penyakit serius sebelum terlambat," ujar Kadinkes Tulungagung.
Dalam aksi tersebut, tim medis Dinkes menemukan fakta lapangan yang cukup mengejutkan; banyak warga yang teridentifikasi memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar gula darah di atas normal tanpa merasakan gejala apa pun. Fenomena inilah yang disebut dr. Desi sebagai “silent killer”.
"Hipertensi dan diabetes sering kali berkembang tanpa gejala, namun dampaknya bisa fatal seperti stroke, serangan jantung, hingga gagal ginjal. Itulah mengapa kami mengimbau masyarakat rutin memeriksakan diri minimal setahun sekali," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes Tulungagung memastikan seluruh hasil pemeriksaan di lokasi langsung diintegrasikan ke dalam sistem data kesehatan daerah. Warga yang terindikasi memiliki masalah kesehatan diarahkan untuk segera melakukan pengobatan lanjutan di Puskesmas terdekat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mematok target ambisius dengan menyasar 500 ribu warga pada tahun ini.
Sekitar 46 persen penduduk atau hampir 500.000 warga ditargetkan terjaring layanan cek kesehatan gratis. Untuk mencapai angka tersebut, dr. Desi menginstruksikan seluruh Puskesmas di Tulungagung untuk membuka layanan pemeriksaan gratis setiap hari kerja.
Tak hanya menunggu di fasilitas kesehatan, Dinkes juga menerapkan strategi jemput bola dengan membuka ruang kerja sama bagi komunitas atau penyelenggara acara yang ingin menghadirkan tim medis di lokasi kegiatan.
"Panitia kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak silakan mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan. Kami siap menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan cek kesehatan gratis di tempat," tegas dr. Desi.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengapresiasi langkah progresif Dinkes dan tenaga kesehatan. Menurutnya, kesehatan adalah modal utama produktivitas daerah.
“Ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah hadir di tengah masyarakat. Kita ingin menumbuhkan semangat pola hidup sehat sekaligus mempererat gotong royong antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan warga,” pungkasnya. (*)
