KETIK, SURABAYA – Kota Surabaya memiliki cuaca yang cenderung panas pada siang hari, sehingga makanan dan minuman dingin selalu menjadi incaran masyarakat. Tingginya minat terhadap sajian pencuci mulut mendorong lahirnya berbagai inovasi kuliner yang menawarkan kesegaran sekaligus keunikan rasa.
Salah satunya adalah kedai Bubur Ketan Hitam Es Cream “Ning Nazil”, yang menghadirkan perpaduan tradisi dan sentuhan modern. Kedai yang berlokasi di Jalan Srikana No. 40, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya ini menghadirkan kembali sajian tradisional dengan metode penyajian yang berbeda dari biasanya.
Sesuai dengan nama yang tertera pada kedainya, menu andalan yang dijual adalah bubur ketan hitam yang disajikan dengan kuah susu dan es krim. Pada umumnya, bubur ketan hitam disajikan dengan siraman kuah santan kelapa yang gurih.
Namun, kedai Ning Nazil menghadirkan inovasi dengan mengganti santan kelapa tersebut dengan susu segar dan es krim, sehingga menghasilkan sensasi rasa manis dan creamy. Untuk melengkapi sajian, pelanggan dapat memilih berbagai varian rasa es krim, mulai dari vanila, cokelat, stroberi, hingga durian.
Menu yang ditawarkan dibanderol dengan harga relatif terjangkau, mulai dari Rp12.000 per porsi untuk varian original. Pengunjung juga dapat menambahkan topping (pelengkap) dengan biaya Rp3.000 per pilihan.
Pilihan toppingnya pun cukup beragam, mulai dari biskuit Oreo, Regal, Lotus, keju parut, marshmallow, hingga potongan buah segar seperti mangga, nangka, dan stroberi.
Usaha kuliner ini dikelola langsung oleh Dama (38), pemilik usaha tersebut. Kedai bubur ketan hitam es krim ini merupakan usaha yang masih tergolong sangat baru karena baru mulai beroperasi pada bulan Juni.
Tiga orang pelanggan, Angel, Sasa, dan Aurel, sedang menikmati seporsi bubur ketan hitam es krim di kedai Ning Nazil, Surabaya, pada Selasa, 27 Oktober 2026. (Foto: Mutiara Chairunnisa/ketik.com)
Proses berdirinya kedai Bubur Ketan Hitam Es Cream "Ning Nazil" memiliki latar belakang yang cukup unik. Dama sebenarnya tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang kuliner, melainkan di bidang kesehatan.
Ia mengawali usahanya dari kegiatan coba-coba di dapur rumahnya sendiri. Inspirasi untuk memadukan bubur ketan hitam dengan es krim ini ia dapatkan dari hasil pengamatannya ketika sedang berkunjung ke wilayah Yogyakarta, di mana ia melihat adanya jajanan yang memiliki konsep serupa.
Setelah melakukan eksperimen resep, Dama menyajikan hasil masakannya kepada orang terdekat. Respons positif yang didapat kemudian menjadi alasan yang mendorong Dama untuk berani memproduksi dan menjual sajian tersebut.
Saat pertama kali membuka kedainya, ia mengaku tidak merumuskan konsep bisnis yang rumit. Keputusan tersebut memang terbilang nekat, tetapi ia didorong oleh keinginan untuk mengenalkan kembali hidangan tradisional agar diminati oleh generasi muda.
“Tujuan awalnya pengen jualan makanan jadul, tapi biar anak muda juga suka, akhirnya dicampur es krim,” kata Dama mengenai ide di balik usaha yang dirintisnya. Keputusan ini terbukti tepat sasaran karena mayoritas pengunjung yang datang ke kedai tersebut saat ini berasal dari kalangan anak-anak dan anak muda.
Secara operasional, kedai Bubur Ketan Hitam Es Cream “Ning Nazil” buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB. Antusiasme masyarakat terhadap menu ini sangat tinggi, terlihat dari jumlah pembeli yang selalu ramai. Menariknya, meskipun es krim umumnya lebih diminati saat cuaca panas di siang hari, kedai ini tetap dipadati pengunjung hingga malam.
Pada hari biasa, Kedai Ning Nazil mampu menjual sekitar 200 porsi bubur ketan hitam es krim. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga lebih dari 300 porsi per hari saat kedai ramai pengunjung. Dari berbagai pilihan yang tersedia, menu favorit pelanggan adalah bubur ketan hitam es krim vanila dengan topping Oreo dan buah stroberi.
Suasana antrean pelanggan di depan kedai Bubur Ketan Hitam Es Cream "Ning Nazil", Surabaya, pada Selasa, 27 Oktober 2026. (Foto: Mutiara Chairunnisa/ketik.com)
Antusiasme terhadap sajian ini rupanya tidak hanya datang dari warga Surabaya. Penyebaran informasi melalui media sosial turut membantu kedai ini menjangkau konsumen dari luar kota. Salah satunya adalah kedatangan Mahesa, seorang pelanggan yang berdomisili di Kabupaten Gresik.
Alasan utama yang membuat Mahesa penasaran adalah perpaduan unik bubur ketan hitam dengan susu dan es krim yang terbilang tidak biasa. Sebelum mencobanya, ia sempat khawatir kombinasi tersebut akan terasa terlalu manis dan membuat enek.
Namun, setelah mencicipinya, anggapan itu berubah. Menurutnya, rasa manisnya justru pas dan tetap nyaman dinikmati. Ia juga menilai harga yang ditawarkan cukup terjangkau dengan porsi yang mengenyangkan. Karena puas dengan pengalaman kulinernya, Mahesa berencana kembali berkunjung ke kedai tersebut di lain waktu.
Daya tarik kedai ini juga memikat kalangan mahasiswa dari luar kawasan sekitar yang sengaja datang beramai-ramai untuk mencoba langsung. Salah satunya adalah Sasa, seorang pelanggan yang mengaku sudah tiga kali berkunjung karena ketagihan.
Berkat rekomendasi dan cerita dari Sasa, rekan-rekannya, Angel dan Aurel, turut penasaran dan datang berkunjung untuk pertama kalinya.
“Iya, cuma pengen ngerasain ini karena diracunin terus sama Sasa,” ujar Angel di sela-sela menikmati pesanannya.
Angel mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya mencicipi bubur ketan hitam yang disajikan dengan kuah susu ketimbang santan. Meski begitu, menurutnya perpaduan antara susu, ketan hitam, es krim, serta pilihan topping di atasnya justru menghasilkan cita rasa yang cocok dan enak di lidah.
Sementara itu, Aurel yang lebih menyukai bubur ketan hitam dengan kuah santan mengaku sempat merasa asing dengan penggunaan susu pada menu tersebut. Meski begitu, ia menilai rasanya tetap enak dan cocok dipadukan dengan ketan hitam.
Pengalaman yang memuaskan membuat pelanggan seperti Sasa tidak ragu untuk kembali berkunjung di lain kesempatan. Ia bahkan berencana mengajak teman-temannya lagi untuk turut mencicipi menu tersebut.
“Iya, bakal ngajak temen yang lain lagi,” ujar Sasa antusias.
Antusiasme para pelanggan tersebut menunjukkan inovasi menu ini sukses menarik perhatian pelanggan. Kedai Bubur Ketan Hitam Es Cream "Ning Nazil" menjadi bukti bahwa sajian tradisional dapat dikemas menjadi lebih kekinian tanpa kehilangan cita rasanya.
Perpaduan ketan hitam, susu, dan es krim menghadirkan sensasi baru yang menyegarkan. Tak heran jika kedai di kawasan Airlangga ini menjadi salah satu pilihan kuliner yang patut dicoba.(*)
