Penopang Utama Perekonomian Jatim, Ini Langkah-Langkah Pemprov Perkuat Sektor Pertanian

13 Mei 2026 14:39 13 Mei 2026 14:39

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Penopang Utama Perekonomian Jatim, Ini Langkah-Langkah Pemprov Perkuat Sektor Pertanian

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berada di atas mesin panen bersama sejumlah petani saat panen raya padi beberapa waktu lalu. (Foto: Biro Adpim Setdarov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memandang ketahanan pangan dan energi sebagai dua sektor saling berkaitan dan harus dibangun secara terintegrasi, berkelanjutan serta berbasis kolaborasi lintas sektor.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Jawa Timur.

“Pemprov Jatim berkomitmen memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fondasi utama menjaga stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat serta daya saing daerah,”ujarnya di Surabaya pada Rabu, 13 Mei 2026.

Pada Triwulan I Tahun 2026, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi kontributor terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim dengan kontribusi sebesar 10,51 persen. Sedangkan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mencapai 118,96 atau tertinggi di Pulau Jawa.

Pemprov Jatim, kata dia, terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produksi tanaman pangan, optimalisasi pupuk bersubsidi, penyediaan alsintan, pembangunan infrastruktur irigasi hingga optimalisasi lahan pertanian.

Pada tahun 2025, alokasi pupuk bersubsidi mencapai 2,07 juta ton dengan realisasi serapan sebesar 93,50 persen.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan 721 unit alsintan pra panen dan 151 unit alsintan pasca panen, menyediakan 195 unit irigasi perpompaan, membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di 10 kabupaten, serta melakukan optimalisasi lahan non-rawa seluas 20.008 hektare.

Dengan luas baku sawah mencapai 1,2 juta hektare, Jatim terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Produksi padi Jatim tahun 2025 mencapai 10,56 juta ton gabah kering giling atau setara 6,10 juta ton beras. Ini berarti meningkat 13,89 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi tertinggi nasional.

Tak hanya itu, Jatim juga menjadi produsen jagung terbesar nasional dengan produksi mencapai 4,59 juta ton atau berkontribusi 28,46 persen terhadap produksi nasional. Sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kanwil Bulog Jawa Timur tercatat tertinggi nasional mencapai 822.854 ton.

Produksi hortikultura strategis Jatim juga menunjukkan kontribusi besar terhadap kebutuhan nasional, di antaranya bawang merah sebesar 500.301 ton, cabai besar 104.536 ton, cabai rawit sebesar 603.718 ton, tomat sebesar 126.810 ton, serta kentang sebesar 252.624 ton.

Sementara, untuk menjaga kesinambungan produksi pangan, Pemprov Jatim menetapkan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2026 sebesar 2,42 juta hektare serta mendorong hilirisasi pertanian melalui pengembangan produk pangan olahan seperti beras premium “Lahap”.

Di sisi lain, berdasarkan proyeksi pangan tahun 2026, mayoritas komoditas pangan Jatim berada pada posisi aman dan surplus, terutama beras dengan surplus mencapai 2,01 juta ton, telur ayam ras sebesar 1,84 juta ton serta gula pasir sebesar 856 ribu ton. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Gubernur Jatim Penguatan Pertanian Mesin Panen Info Surabaya Berita Surabaya Info Jatim Kabar Jatim