Unair Perketat Pengawasan Jelang UTBK 2026, Rektor Soroti Modus Perjokian Kian Canggih

16 April 2026 15:12 16 Apr 2026 15:12

Gracio Pardomuan, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Unair Perketat Pengawasan Jelang UTBK 2026, Rektor Soroti Modus Perjokian Kian Canggih

Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 yang akan dimulai pada 21 April, Universitas Airlangga (Unair) memperkuat pengawasan di seluruh titik ujian.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi praktik kecurangan, khususnya perjokian, yang dinilai semakin berkembang dengan modus canggih.

Rektor Unair, Muhammad Madyan, menegaskan bahwa integritas pelaksanaan UTBK harus dijaga karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik dan pemerintah terhadap sistem seleksi nasional.

“Kepercayaan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh panitia untuk benar-benar waspada terhadap praktik perjokian. Meskipun ini masalah lama, cara-cara yang digunakan sekarang semakin canggih,” ujarnya dikutip Kamis, 16 April 2026.

Ia mengungkapkan, berbagai modus kecurangan terus berkembang, mulai dari penggunaan identitas palsu hingga pemanfaatan perangkat komunikasi tersembunyi.

Di tengah meningkatnya tantangan tersebut, Unair memastikan kesiapan pelaksanaan UTBK tahun ini telah dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun fasilitas penunjang.

Ketua Pusat UTBK Unair 2026, Mochammad Amin Alamsjah, menyebut total peserta yang akan mengikuti ujian di Unair mencapai 16.672 orang atau sekitar 94,7 persen dari kapasitas 17.600 kursi yang tersedia.

Ujian akan berlangsung dalam 19 sesi yang tersebar di Kampus B dan C, mencakup 10 gedung dan 22 ruang computer-based test (CBT).

Untuk mendukung kelancaran, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas tambahan, seperti ruang transit serta konsumsi ringan bagi peserta sesi pagi.

“Kami memahami banyak peserta harus datang sangat pagi. Fasilitas ini diharapkan membantu mereka lebih fokus saat mengerjakan soal,” kata Amin.

Selain itu, prinsip inklusivitas juga menjadi perhatian. Unair menyediakan fasilitas khusus bagi peserta disabilitas, termasuk tuna rungu dan tuna daksa, dengan total 22 peserta yang akan mengikuti ujian di Kampus C dengan pendampingan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Unair berharap pelaksanaan UTBK 2026 dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjunjung tinggi kejujuran di tengah meningkatnya tantangan kecurangan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Unair Prof Madyan UTBK 2026 #Mochammad Amin Alamsjah UTBK Unair