KETIK, SURABAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 masih berlangsung dengan berbagai dinamika.
Memasuki hari kesembilan, ribuan peserta dari berbagai daerah terus berjuang demi meraih kursi di perguruan tinggi negeri.
Salah satu kisah datang dari Rania Ramadhani, siswi asal Gresik yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti ujian penentu masa depannya.
Rania harus berangkat menuju lokasi ujian menggunakan transportasi daring.
Meski telah mempersiapkan diri dengan matang, rasa gugup tetap menyelimuti saat memasuki ruang ujian.
"Pas awal deg-degan banget, kayak ndredeg banget selama dicek sampai mulai itu kayak takut gitu," ujar siswi asal Gresik tersebut saat menceritakan pengalamannya menghadapi suasana di ruang ujian.
Ketegangan tersebut merupakan hal yang sangat manusiawi, mengingat beban ekspektasi yang ia bawa.
Berbicara mengenai persiapan, Rania bukanlah peserta yang mengandalkan keberuntungan semata.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti program bimbingan belajar secara intensif sejak awal menginjak bangku kelas 12.
Persiapan matang selama berbulan-bulan ini mencakup pendalaman materi yang sangat konsisten.
Namun, ketika berhadapan langsung dengan soal-soal di hari kesembilan tersebut, ia menemui tantangan pada bagian numerik.
"Kalau subtes selain hitung-hitungan sih aman ya menurut aku. Tapi kalau aku kan anaknya lemah di hitung-hitungan, jadinya agak struggle," tutur Rania mengenai kendala yang ia hadapi selama pengerjaan soal.
Motivasi terbesar Rania dalam menghadapi tantangan ini adalah impiannya untuk berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi.
Target utamanya adalah Universitas Brawijaya (UB) sebagai pilihan pertama, dan UPN Veteran Jawa Timur sebagai pilihan kedua.
Fokusnya pada jurusan tersebut menunjukkan minat yang terarah dalam membangun karier masa depannya.
Setelah melewati ujian yang melelahkan, kini Rania hanya bisa berserah diri.
"Jujur, aku nggak ngerasa gimana-gimana, sih. Tapi kalau aku banyak-banyakin doa aja," pungkasnya.(*)
